BeritaMujizat.com – Pendidikan – Model pendidikan lama yang digerakan semangat wajib belajar semakin terbukti kurang efektif menjawab tantangan perubahan jaman yang ada.

Model pendidikan yang sangat kaku ini kurang efektif dalam mengembangkan keunikan dan kreativitas dalam diri anak. Kedua hal tersebut sejatinya merupakan kemampuan yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi perubahan jaman yang ada.

Aktivitas belajar yang diwajibkan membuat banyak anak kehilangan kesenangan dan kemerdekaan dalam belajar. Aturan dan hukuman yang menjadi pendorong utama belajar membuat belajar menjadi beban yang sangat berat. Akibatnya banyak anak yang justru mengalami frustasi terhadap belaja

Rasa frustasi terhadap belajar ini kemudian memicu anak melakukan hal-hal negatif di sekolah. Frustasi belajar juga membuat konflik antar guru dan murid menjadi semakin parah.

Masih segar dalam ingatan kita bagaimana seorang guru agama di Manado dibunuh oleh murinya sendiri. Murid yang tak terima ditegur oleh sang guru menyerang dan menikamnya hingga nyawanya tak tertolong.

Mau tidak mau para pendidik harus melakukan transformasi dalam pendekatan belajar. Suasana belajar yang angker harus diubah menjadi menyenangkan dan bersahabat bagi anak.

Untuk memujudkan hal ini para pendidik harus berani menerobos roh agamawi yang telah melekat dalam semangat wajib belajar ini. Para pendidikan harus berani menggunakan pola dan pendekatan pendidikan yang baru.

Pendidik juga harus berani meninggalkan gengsi seorang guru yang wajib ditakuti dan disegani oleh murid-muridnya. Guru sebaiknya berfungsi sebagai mentor yang terus mendampingi anak menemukan pola belajar yang tepat untuknya.

Hal ini juga berlaku dalam pendidikan agama Kristen. Anak tidak bisa lagi hanya dicekoki dengan moral dan prinsip Kekristenan saja. Anak harus mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan dan mengalami cerita-cerita perjalanan para pahlawan iman secara lebih nyata.

Anak juga tidak bisa lagi dipaksa hanya membaca dan menghapalkan Alkitab saja. Para pendidik harus menumbuhkan kecintaan terhadap firman Tuhan dalam diri anak.

Rasa cinta dan sukacita terhadap belajar dengan sendirinya akan bertumbuh apabila teks atau ilmu yang dipelajari dapat teraplikasikan dan bermakna dalam kehidupan nyata.

Penulis : Gilrandi ADP

Comments

https://i0.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2019/11/ben-white-128604-unsplash-768x513.jpg?fit=600%2C361&ssl=1https://i0.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2019/11/ben-white-128604-unsplash-768x513.jpg?resize=600%2C361&ssl=1Gilrandi ADPPendidikanPedidikan,Sukacita BelajarBeritaMujizat.com - Pendidikan - Model pendidikan lama yang digerakan semangat wajib belajar semakin terbukti kurang efektif menjawab tantangan perubahan jaman yang ada. Model pendidikan yang sangat kaku ini kurang efektif dalam mengembangkan keunikan dan kreativitas dalam diri anak. Kedua hal tersebut sejatinya merupakan kemampuan yang sangat dibutuhkan untuk...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan