BeritaMujizat.com – Renungan – Setelah Tuhan Yesus menyerahkan nyawaNya di atas kayu salib, orang-orang percaya diliputi dukacita yang begitu amat dalam. Saat itu mungkin menjadi waktu tersulit yang harus dilewati oleh orang-orang percaya. Saat dimana Tuhan Yesus benar-benar meninggal secara jasmani, menjadi titik puncak segala rasa ketakutan, kegeraman, dan keputusaan yang selama ini menguasai hati mereka.

Pasalnya mereka menyaksikan sejak awal bagaimana ketidakadilan menyeret dan menyiksa, hingga membunuh Tuhan Yesus dengan sangat keji. Mereka juga melihat bagiamana kebenaran seakan tidak berdaya melawan konspirasi politik busuk yang dilakukan orang-orang yang sejak awal menolak kebenaran yang dibawa Tuhan Yesus.

Hati mereka semakin pahit ketika melihat orang-orang yang “membunuh” Tuhan Yesus ini bersorak-sorai mendengar kabar bahwa Tuhan Yesus benar-benar meninggal secara jasmani. Bahkan orang-orang ini tak hanya puas dengan berhasil membunuh Tuhan Yesus. Mereka terus melakukan upaya politik dengan sangat gencar untuk memastikan bahwa Tuhan Yesus benar-benar terkubur, dan tidak bangkit lagi.

Di titik ini semua orang percaya mengalami ujian iman yang sangat berat. Mereka tidak pernah menginginkan atau membayangkan kenyataan pahit ini terjadi dalam hidup mereka. Mungkin sepanjang hari setelah kematian Tuhan Yesus, muncul pertanyaan-pertanyaan rumit dalam hati mereka, mengapa Tuhan membiarkan diriNya kalah.

Sekalipun mereka sesungguhnya telah mendengar janji bahwa Tuhan akan bangkit pada hari yang ketiga, namun setelah melihat Tuhan Yesus mengembuskan nafas terakhir dan dibaringkan dalam kuburan.  Muncul pergolakan batin yang sangat kuat, yang membuat mereka sulit untuk percaya bahwa Tuhan Yesus akan benar-benar bangkit.

Bahkan kita tau kemudian beberapa diatara mereka telah benar-benar pergi meninggalkan saudara-saudara yang lainnya untuk kembali pada hidup mereka yang lama, setelah mereka tau bahwa Tuhan Yesus benar-benar meninggal. Mereka memilih untuk berfikir realistis dan melupakan janji Tuhan.

Akan tetapi ditengah segala situasi yang ada, keesokan harinya Tuhan Yesus benar-benar bangkit dari alam maut. Dia menepati janji yang pernah ia sampaikan, bahwa dia akan bangkit pada hari yang ketika. Tuhan Yesus kemudian menampak diriNya pada orang-orang dan barulah mereka yakin bahwa Tuhan Yesus benar-benar bangkit dari kematian.

Saat ini kita mungkin mengalami situasi yang sama dengan situasi yang dialami murid-murid setelah Tuhan Yesus menghembuskan nafas terakhirnya dan dimasukan kedalam kuburan. Saat ini kita mungkin menjadi sulit  percaya bahwa Tuhan sanggup mengubah Indonesia, setelah kita melihat ketidakadilan dan kejahatan begitu berkuasa atas bangsa ini.

Kita mungkin juga sulit percaya dapat mengalami kesembuhan total, ketika penyakit ganas menggrogoti dan menguasai tubuh kita. Kita mungkin juga menjadi sulit percaya ketika masalah demi masalah seakan menang dalam hidup kita dan mengubur janji Tuhan yang telah kita terima.

Akan tetapi Tuhan sudah membuktikan bahwa dia bangkit dan mengalahkan alam maut. Dihari yang ketiga tepat seperti yang dikatanNya, Tuhan Yesus bangkit membawa kemenangan untuk orang-orang percaya.

Mungkin saat ini kita sedang melihat realita yang seakan berlawan dengan janji Tuhan, tapi percayalah Tuhan yang kita sembah bukan yang mati. Tuhan yang kita sembah bangkit dan menang dan membawa kemerdekaan untuk kita.

 

Penulis : Gilrandi ADP

Comments

https://i2.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2018/03/good-friday-3243347_640.jpg?fit=640%2C426&ssl=1https://i2.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2018/03/good-friday-3243347_640.jpg?resize=640%2C426&ssl=1Gilrandi ADPRenunganSpiritualitaspaskah,Renunga,Waktu-waktu sulitBeritaMujizat.com - Renungan - Setelah Tuhan Yesus menyerahkan nyawaNya di atas kayu salib, orang-orang percaya diliputi dukacita yang begitu amat dalam. Saat itu mungkin menjadi waktu tersulit yang harus dilewati oleh orang-orang percaya. Saat dimana Tuhan Yesus benar-benar meninggal secara jasmani, menjadi titik puncak segala rasa ketakutan, kegeraman, dan keputusaan...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan