Tuhan, Allah, Pangeran, Gusti, God, Lord, dan sebutan-sebutan diety yang lain merujuk kepada sebuah PRIBADI yang sakral dan transcendence atau sederhananya suatu pribadi yang BEYOND NATURAL.  

Karena sifatNya yang memang supernatural in nature, kita manusia yang terbatas sangat sulit untuk menemukan Tuhan. Bahkan, kata mustahil adalah kata yang tepat untuk menggambarkan tingkat kesulitan kita menemukanNya.  

Tetapi, dari waktu ke waktu, suku, bangsa, dan bahasa terus mencari dan mencari. Dalam kefrustrasian, bahkan seringkan dibuatlah Tuhan yang lebih mudah dimengerti dalam bentuk patung, gambar, pohon, binatan, dsb.

Satu-satunya sistem kepercayaan (baca: agama) yang mampu menyelesaikan problematika ini adalah Kristen. Dalam sistem kepercayaan  orang percaya, karena kemustahilan untuk mengenali Dia, maka Tuhan mencari kita terlebih dahulu.

Dia menyatakan diriNya! Inilah yang disebut pewahyuan ataurevelation. Sejak di Firdaus, Tuhan mencari manusia yang hilang. “Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?” (Kej 3:9). Jadi, ide dari pewahyuan adalah  Tuhan yang menyatakan, kita yang menemukan. Dia yang mencari, kita yang menemukanNya.

Setelah pertanyaan itu, secara aktif Tuhan terus bergerak untuk menyatakan diriNya. Melalui perjanjian sunat, anak domba yang disembelih, tiang awan dan tiang api, sekhina glory (sinar kemuliaan), bahkan sampai kepada bentuk-bentuk teofani (diety yang menjadi daging dalam bentuk manusia)sampai puncak dari semua revelation adalah lahirNya Allah yang menjadi daging dalam diri YESUS KRISTUS.

Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.  (Yoh. 1:18).

Yesuslah pewahyuan utama yang memampukan kita mengerti dan mengenali yang transcendence menjadi nyata. Roh Kudus yang akan menuntun melalui Firman Yang Hidup supaya kita bisa mengerti siapa Tuhan yang selama ini dicari.
Roh Kudus adalah pribadi yang seringkali dihilangkan dalam pencarian kita, padahal tanpa Dia tidak ada satu poin kebenaran pun yang mampu kita cerna. Roh Kuduslah Roh Kebenaran yang memampukan kita untuk mengerti (pewahyuan) Siapakah Yesus itu.
Dengan mengenali siapakah Yesus itu, kita yang baru (ciptaan baru) akan kita kenali.   Karena Yesus itulah identitas kita yang baru!

Daily Seeking God
– 10 Tahun Perenungan Mencari Tuhan –
Daily Seeking God adalah kumpulan tulisan Hanny Setiawan selama 10 tahun.  Ditulis secara spontan ketika ada pertanyaan-pertanyaan kepada diri sendiri.  Dengan mengikuti “renungan harian” ini diharapan bisa mengerti pergumulan batin selama 2009-2019 penulis.

 

Comments

adminDaily Seeking GodRenungan HarianTuhan, Allah, Pangeran, Gusti, God, Lord, dan sebutan-sebutan diety yang lain merujuk kepada sebuah PRIBADI yang sakral dan transcendence atau sederhananya suatu pribadi yang BEYOND NATURAL.   Karena sifatNya yang memang supernatural in nature, kita manusia yang terbatas sangat sulit untuk menemukan Tuhan. Bahkan, kata mustahil adalah kata yang tepat untuk menggambarkan tingkat kesulitan...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan