Allah yang berbicara adalah suatu prinsip umum sebuah kepercayaan (baca: agama).  Kepada nabi-nabiNya, Dia bicara dan diteruskan kepada umatNya. Peran Nabi, Rasul, Pendeta, Pastor, dan pengantara-pengantara yang dipercaya masing-masing agama menjadi sentral sekaligus menjadi pusat perbedaan dari waktu ke waktu.

Percayalah kepada TUHAN, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabi-Nya, dan kamu akan berhasil! (II Taw. 20:20)

Walaupun sudah dikotakkan dalam nama agama ataupun kepercayaan ataupun denominasi yang diwakili masing-masing Nabi dan/atau para pemimpinnya, menangkap maksud Tuhan sangat bersifat pribadi dan personal.

Sebab itu, Yesus berpesan untuk tidak meninggalkan Yerusalem dan secara khusus para murid diminta untuk MENUNGGU ROH KUDUS.

Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa , yang — demikian kata-Nya — “telah kamu dengar dari pada-Ku.

Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus (Kis 1:4-5).

Karena Darah Yesus, Roh Kudus dapat berdiam dalam diri orang percaya (1 Kor. 3:16, I Kor 6:19-20). Sehingga KEHADIRANNYA sekarang tidak lagi temporer tetapi menjadi TETAP.

Kita adalah alamat rumah Roh Kudus.  Sehingga sebenarya, pencarian kita akan Tuhan bisa dipersempit lagi dengan menengok ke hati dan roh kita.

Perasaan akan kehadiranNya tidaklah sepenting dengan kepercayaan akan kehadiranNya. Dia selalu ada, tidak pernah meninggalkan kita karena pengorbanan Kristus.

Sepenting apapun para pemimpin, para nabi yang kita percaya, para rasulNya. Hubungan Pribadi kita dengan Tuhan semesta Alam  melalui Roh Kudus dan FirmanNya adalah Kunci pencarian kita akan Dia.

Tetapi mengenai kalian sendiri, Kristus telah mencurahkan Roh-Nya padamu. Dan selama Roh-Nya ada padamu, tidak perlu ada orang lain mengajar kalian.Sebab Roh-Nya mengajar kalian tentang segala sesuatu; dan apa yang diajarkan-Nya itu benar, bukan dusta.

Sebab itu, hendaklah kalian taat kepada apa yang diajarkan oleh Roh itu, dan hendaklah kalian tetap hidup bersatu dengan Kristus. (I Yoh 2:27, BIS).

Mengetahui bahwa kita selalu berada dalam hadiratNya karena Dia tinggal didalam kita adalah suatu kebenaran radikal yang hanya orang yang percaya mampu untuk memahaminya. Yang dibutuhkan hanyalah Kepercayaan, Keyakinan, dan Iman bahwaYesus sudah tinggal dalam hidup kita dalam Roh Kudus.

Daily Seeking God
– 10 Tahun Perenungan Mencari Tuhan –
Daily Seeking God adalah kumpulan tulisan Hanny Setiawan selama 10 tahun.  Ditulis secara spontan ketika ada pertanyaan-pertanyaan kepada diri sendiri.  Dengan mengikuti “renungan harian” ini diharapan bisa mengerti pergumulan batin selama 2009-2019 penulis.

Comments

https://i1.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/03/Daily-Seeking-God.png?fit=1000%2C563&ssl=1https://i1.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/03/Daily-Seeking-God.png?resize=1000%2C563&ssl=1adminDaily Seeking GodRenungan HarianAllah yang berbicara adalah suatu prinsip umum sebuah kepercayaan (baca: agama).  Kepada nabi-nabiNya, Dia bicara dan diteruskan kepada umatNya. Peran Nabi, Rasul, Pendeta, Pastor, dan pengantara-pengantara yang dipercaya masing-masing agama menjadi sentral sekaligus menjadi pusat perbedaan dari waktu ke waktu. Percayalah kepada TUHAN, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan