BeritaMujizat.com – Poleksosbud – Trinity korban bom molotov yang dilemparkan oleh teroris di Samarinda, sedang mengalami kesusahan. Kondisinya terus menurun sejak sekujur tubuhnya terbakar bom molotov yang meledak tepat didapannya.

Otot kulit tangan dan kakinya tertarik sehingga membuat tangan dan kakinya tidak dapat difungsikan dengan normal.

Penangangan ala kadarnya di rumah sakit yang ada di Samarinda membuat kondisi Trinity tak kunjung membaik. Dia hanya dikasih saleb yang sesungguhnya tidak berdampak banyak pada proses pemulihan luka Trinity.

Lebih menyakitkan lagi, negara seakan tidak dapat berbuat banyak untuk menolong Trinity. Negara bahkan meminta keluarga Trinity untuk menandatangi surat pernyataan kesanggupan membayar biaya perawatan Trinity secara mandiri, waktu mau membawa berobat ke luar negeri.

Dengan sangat terpaksa keluarga Trinity menandatangani surat pernyataan tersebut karena tidak tega melihat penderitaan panjang yang dialami anaknya. Dengan biaya yang didapat dari menjual harta yang dimiliki, Trinity akhirnya dibawa ke Tiongkok untuk berobat.

Disana Trinity mendapatkan kemajuan pemulihan yang cukup baik. Beberapa tahapan proses operasi telah dilakukan untuk memulihkan keadaan Trinity. Akan tetapi biaya pengobatan dan proses pengobatan yang panjang menimbulkan penderitaan baru untuk keluarga Trinity.

Mereka harus keluar masuk imigrasi setiap dua bulan sekali untuk mengurus visa dan ijin tinggal disana. Saat ini Trinity masuk tahapan proses operasi yang kelima. Di proses ini dokter mengambil kulit punggung untuk di tempelkan pada kulit tangan dan tangan yang mengalami masalah.

Kabarnya masih ada banyak tahapan proses operasi yang harus dilakukan Trinity agar dapat kembali pulih. Akan tetapi saat ini keluarga Trinity sudah benar-benar kehabisan uang untuk membiayai proses pengobatan Tritniy.

Kabar ini disampaikan Birgaldo Sinaga melalui pesan rantai yang disebar melalui media sosial. Akankah negara terus menutup mata dengan hal ini, dan menganggap apa yang dialami Trinity sebagai kecelakaan biasa?

Bukankah apa yang sedang dialami Trinity dan mungkin korban-korban kebiadaban teroris lain, menunjukan bahwa negara sedang gagal melindungi warga negaranya. Negara harus turut memperjuangkan nasib orang, terutama anak-anak yang menjadi korban aksi terorisme.

Mereka sedang menghadapi penderitaan yang sangat panjang, yang mungkin tidak pernah bisa hilang dari ingatan dan batin mereka. Pemulihan korban aksi terorisme sama pentingnya dengan pencegahan atau penanganan kasus terorisme.

Info : Jika para pembaca digerakan untuk membantu dan turut menanggung beban yang dialami Trinity, dapat mengirimkan bantuan langsung kepada ibu kandung Trinity ( no rek : 0272694263, Sarinah Gultom cabang Samarinda)

Penulis : Gilrandi ADP

Comments

https://i2.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2019/06/Capture-birgaldo-1.png?fit=658%2C424&ssl=1https://i2.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2019/06/Capture-birgaldo-1.png?resize=658%2C424&ssl=1adminMandat BudayaPoleksosbudKorban bom Samarinda,TrinityBeritaMujizat.com - Poleksosbud - Trinity korban bom molotov yang dilemparkan oleh teroris di Samarinda, sedang mengalami kesusahan. Kondisinya terus menurun sejak sekujur tubuhnya terbakar bom molotov yang meledak tepat didapannya. Otot kulit tangan dan kakinya tertarik sehingga membuat tangan dan kakinya tidak dapat difungsikan dengan normal. Penangangan ala kadarnya di...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan