BeritaMujizat.com – Renungan – Motivasi hidup lebih sukses dengan menjadi Tuhan, menjadi senjata ampuh Iblis untuk menjatuhkan manusia. Dengan iming-iming tersebut, Iblis berhasil membuat manusia memberontak kepada Tuhan.

Manusia berani melanggar satu-satunya larangan yang ditetapkan Tuhan di taman Eden. Manusia memakan buah pengertian baik dan buruk, yang merupakan satu-satunya buah yang dilarang untuk dimakan.

Iblis berhasil menyakinkan manusia bahwa menjadi Tuhan lebih baik daripada sekedar menjadi ciptaanNya. Dalam hal ini Iblis tidak berbohong karena setelah makan buah terlarang manusia memang menjadi seperti Tuhan.

Hal tersebut terungkap dalam Kejadian 3 : 22. Tuhan menyatakan bahwa akibat makan buah pengertian baik dan jahat menusia menjadi seperti Tuhan.

Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita,  tahu tentang yang baik dan yang jahat

Akibat kesalahan tersebut manusia harus menanggung konsekuensi yang berat. Manusia harus terusir dari taman Eden dan tinggal di tanah yang terkutuk (Kejadian 3 : 17). Manusia juga harus mengalami kematian dan penderitaan di bumi.

Manusia kehilangan berkat yang telah Tuhan rancangan dan siapkan untuk manusia. Manusia juga sulit melihat kemuliaan Tuhan karena identitas sebagai ciptaan telah rusak total.

Motivasi menjadi seperti Tuhan inilah yang menjadi masalah utama dalam kehidupan manusia. Keinginan menjadi Tuhan secara natural telah tertanam dalam diri manusia.

Iblis juga terus berupaya supaya keinginan menjadi Tuhan semakin kuat dalam diri manusia. Keinginan menjadi Tuhan telah melahirkan kejahatan dan kehancuran yang luar biasa.

Untuk memperbaiki kerusakan tersebut, Tuhan membangun umat pilihannya. Dimulai dari Abraham, Tuhan mulai mengembalikan identitas manusia sebagai ciptaanNya yang mulia. Tuhan menuntun umatNya menuju tanah perjanjian dimana hubungan manusia dan Tuhan akan pulihkan.

Selangkah demi selangkah Tuhan menuntun dan mengajar manusia agar sadar bahwa menjadi ciptaan adalah hal yang terbaik untuk manusia. Bahkan Tuhan rela menjadi manusia dan mengambil rupa sebagai hamba untuk memateraikan pemulihan atas manusia (Filipi 2 : 7).

Melalui pengorbanan Kristus yang sempurna di kayu salib, Tuhan ingin memulihkan identitas manusia yang telah rusak. Di dalam Kristus, manusia kembali dicangkokan pada pokok yang benar. Keinginan menjadi Tuhan membawa manusia terpisah dari pokok yang hidup.

Diluar pokok yang hidup ranting akan menjadi kering dan kemudian mati. Dia tidak akan dapat menjadi pohon yang baru ketika terpisah dari pokok yang hidup.

Tuhan juga ingin menghindarkan manusia dari hukuman terhadap para pemberontak dan ilah-ilah. Agar tidak mendapat hukuman, manusia harus kembali menerima identitas sebagai ciptaan. Manusia harus belajar melawan naluri alaminya untuk menjadi Tuhan. Manusia harus turut memikul salib Kristus supaya motivasi menjadi Tuhan dapat dikalahkan.

 

Penulis : Gilrandi ADP

 

Comments

https://i0.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/01/Adam-partaking-of-fruit-1.jpg?fit=600%2C337&ssl=1https://i0.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/01/Adam-partaking-of-fruit-1.jpg?resize=600%2C337&ssl=1Gilrandi ADPRenunganmotivasi hidup sukses,Salib KristusBeritaMujizat.com - Renungan - Motivasi hidup lebih sukses dengan menjadi Tuhan, menjadi senjata ampuh Iblis untuk menjatuhkan manusia. Dengan iming-iming tersebut, Iblis berhasil membuat manusia memberontak kepada Tuhan. Manusia berani melanggar satu-satunya larangan yang ditetapkan Tuhan di taman Eden. Manusia memakan buah pengertian baik dan buruk, yang merupakan satu-satunya buah...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan