BeritaMujizat.com – Poleksosbud – Aksi bagi nasi kepada para tunawisma bukanlah hal yang baru dalam sebuah gerakan sosial. Banyak lembaga atau kelompok masyarakat yang sering melakukan aksi bagi nasi untuk orang-orang yang tinggal dijalanan tersebut.

Namun ada yang berbeda dengan aksi bagi nasi yang dilakukan oleh sekelompok anak muda yang tergabung dalam Anak Kasih Indonesia (AKI). Melalui aksi bagi nasi yang dilakukan rutin setiap bulan, AKI  menjangkau para tunawisma menjadi  keluarga.

AKI menyusuri seluruh sudut kota Solo untuk bertemu dengan para tunawisma. Kegiatan bagi nasi ini biasanya dilakukan pada malam hari.

Aksi bagi nasi yang dilakukan AKI bukan hanya sekedar membagikan berkat makanan bagi para tunawisma. Melalui aksi bagi nasi, AKI mencoba hadir sebagai keluarga bagi para tunawisma.

Dalam setiap aksinya AKI selalu menyempatkan untuk berbincang dan menjalin silaturahmi dengan para tunawisma. AKI mencoba mendengar keluh kesah para tunawisma di sela-sela aksi bagi nasi.

Kehadiran sebagai keluarga ternyata membawa dampak terhadap beberapa tunawisma. Ada seorang tunawisma yang akhirnya berhasil kembali pada keluarganya setelah terpisah bertahun-tahun.

AKI juga pernah menemukan seorang tunawisma yang mengalami sakit cukup parah dan dibiarkan di jalanan. Ada juga tunawisma yang mulai menemukan semangat untuk mentas dari jalanan.

Saat ini AKI sedang berusaha membantu tunawisma tersebut untuk mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang lebih layak. AKI mencarikan tempat tinggal dan mencarikan pekerjaan yang tepat untuk tunawisma ini.

Semangat menjadi keluarga bagi para tunawisma  juga menggerakan orang-orang untuk ikut dalam gerakan ini. Ratusan makanan dan minuman selalu tersedia setiap aksi bagi nasi. Para donatur memberikan makanan dan minuman terbaik untuk dibagikan pada tunawisma.

Beberapa orang juga rela mengorbankan waktunya untuk ikut terjun membagikan nasi. Mereka ingin ikut merasakan menjadi keluarga bagi para tunawisma yang ada di jalanan.

Apa yang dilakukan AKI membuka paradigma baru tentang pelayanan sosial. Seringkali pelayanan sosial hanya fokus pada pemberian bantuan saja.

Kehidupan pribadi para tunawisma dan kebutuhan utama tentang hadirnya sebuah keluarga jarang tersentuh. Hal tersebut membuat para tunawisma semakin sulit untuk keluar dari jalanan.

Ketergantungan pada pemberian dan bantuan orang memperparah kehidupan para tunawisma. Mereka semakin enggan mencari kehidupan dan pekerjaan yang lebih layak.

Hadirnya sosok keluarga berarti banyak untuk para tunawisma ini. Mereka butuh mendapatkan pendampingan agar dapat keluar dari kehidupan jalanan.

Mereka harus mendapatkan motivasi lebih untuk membangun kehidupan yang lebih layak, Meskipun tidak mudah untuk mengentaskan mereka, kehadiran sebuah keluarga dapat menjadi kekuatan baru bagi para tunawisma.

 

Penulis : Gilrandi ADP

Comments

https://i2.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/02/83917110_2735887629830216_5639540274397970432_o.jpg?fit=600%2C336&ssl=1https://i2.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/02/83917110_2735887629830216_5639540274397970432_o.jpg?resize=600%2C336&ssl=1Gilrandi ADPPoleksosbudBeritaMujizat.com - Poleksosbud - Aksi bagi nasi kepada para tunawisma bukanlah hal yang baru dalam sebuah gerakan sosial. Banyak lembaga atau kelompok masyarakat yang sering melakukan aksi bagi nasi untuk orang-orang yang tinggal dijalanan tersebut. Namun ada yang berbeda dengan aksi bagi nasi yang dilakukan oleh sekelompok anak muda yang...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan