Ketika sedang merenung apa arti semua yang saya lakukan, Roh Kudus mengingatkan kepada pewahyuan sederhana bahwa “It’s all about God” – Semua tentang Tuhan. Berpindahnya pusat kehidupan dari self ke God sering hanya menjadi pengertian rohani yang tidak berdampak apapun.

Kalau Tuhan menjadi pusat kehidupan, apa konsekuensinya, apa akibatnya, apa perbedaanya?. Salah satu hal yang utama yang beda adalah orientasi kita. Apakah sepanjang hari Tuhan menjadi pusat kehidupan kita?. Ataukan sepanjang hari pusat kehidupan kita ada di pekerjaan, sekolah, rumah tangga, pelayanan, dan tetek bengek yang lain. Dengan kata lain, apakah kita ikut sertakan Dia dalam setiap aktifitas harian kita?.

Mengapa kita berjalan sendiri?. Bukan karena tidak tahu teorinya bahwa Dia harus bersama kita, tetapi kita tidak merasakan pentingnya Dia bersama. Tidak ada rasa ketergantungan itu lagi. Sehingga pada akhirnya kita tidak MENCARI DIA lagi. Hari demi hari kita lalui tanpa Dia. Padahal setiap hari dari Surga Bapa mencari orang yang mencariNya.

Allah memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia, untuk melihat apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah (Maz. 53:3).

Mencari Tuhan adalah suatu disiplin rohani yang menjadi inti dari perjalanan kita dengan Dia. Mat. 6:33 mengatakan “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya akan ditambahkan kepadamu”. Jelas Yesus dalam pesannya ini sangat radikal, karena soal makan dan minum pun tidak penting jika dibanding Kerajaan Allah. Artinya lagi, lebih baik kita mati tidak makan dan tidak minum dari pada hidup tanpa Tuhan. Luar biasa! Suatu pesan yang seharusnya menginpirasi kita semua untuk secara tekun tiap-tiap hari mencari wajahNya.

“Maka sekarang, arahkanlah hati dan jiwamu untuk mencari TUHAN, Allahmu. Mulailah mendirikan tempat kudus TUHAN, Allah, supaya tabut perjanjian TUHAN dan perkakas kudus Allah dapat dibawa masuk ke dalam rumah yang didirikan bagi nama TUHAN.” I Taw. 22:19.

Firman dalam 1 Tawarikh diatas menekankan kita untuk MENGARAHKAN hati dan jiwa kepada Tuhan. Arah hati ini sangat penting. Dari hati terpancar kehidupan (Ams. 4:23). Setiap hari dan waktu kita mau arahkan itu kepadaNya. Terlalu banyak hati dan pikiran kita dipenuhi dengan hal-hal yang bukan Tuhan sehingga manusia batiniah kita begitu lemahnya. Tidak heran pada akhirnya tidak ada peperangan yang dimenangkan karena sakit-sakitan.

Roh Kudus mengingatkan saya kembali, sudahkah hati saya ini terarah sepenuhnya untuk Dia?. Apakah setiap yang saya lakukan adalah bagian dari usaha untuk mengertiNya, mengenalNya, menyenangkanNya, dan melakukan apa yang Dia mau?. Daud mengilhami saya untuk terus berdoa dan berkata “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!” (Maz. 139:23-24). (yhs)

 

Daily Seeking God
– 10 Tahun Perenungan Mencari Tuhan –

Daily Seeking God adalah kumpulan tulisan Hanny Setiawan selama 10 tahun.  Ditulis secara spontan ketika ada pertanyaan-pertanyaan kepada diri sendiri.  Dengan mengikuti “renungan harian” ini diharapan bisa mengerti pergumulan batin selama 2009-2019 penulis.

Comments

https://i1.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/03/Daily-Seeking-God.png?fit=1000%2C563&ssl=1https://i1.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/03/Daily-Seeking-God.png?resize=1000%2C563&ssl=1adminDaily Seeking GodKetika sedang merenung apa arti semua yang saya lakukan, Roh Kudus mengingatkan kepada pewahyuan sederhana bahwa 'It's all about God' - Semua tentang Tuhan. Berpindahnya pusat kehidupan dari self ke God sering hanya menjadi pengertian rohani yang tidak berdampak apapun. Kalau Tuhan menjadi pusat kehidupan, apa konsekuensinya, apa akibatnya, apa...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan