BeritaMujizat.com – Editorial – Pemilu sudah selesai, Jokowi-Amin sudah ditetapkan KPU (Komisi Pemilihan Umum) sebagai lembaga resmi negara sebagai pemenang pemilu. Meskipun ada penolakan dan masih ada upaya hukum terakhir dari Prabowo-Sandi, tapi secara legal, dan di aras grass root, kemenangan Jokowi-Amin sudah menjadi keniscayaan.

Secara profetis kemenangan Jokowi-Amin 55% dengan selisih 11% adalah sebuah kebetulan Ilahi yang menguatkan pesan di Yesaya 55:11, yaitu:

demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Pesan Yesaya 55:11 ini juga yang dideklarasikan tanggal 20 Mei 2019 bersama Solo Ekklesia tepat hari kebangkitan nasional, dan kembali kebetulan Ilahi terjadi, ketika KPU merubah jadwal pengumuman menjadi 21 Mei 2019 subuh.

Kebetulan-kebetulan Ilahi tersebut secara teologis tentu menjadi perdebatan, tapi bagi yang percaya Roh Kudus masih berbicara, dan percaya bahwa otoritas Ilahi di bumi dipunyai Tubuh Kristus (baca: Ekklesia), hal tersebut bukan kebetulan, tapi sebuah keniscayaan dari hasil-hasil syafaat (intercession) dari umatNya.

Mulai dari runtuhnya tembok Korea sehingga melahirkan Misi Apostolik Baru (baca: Misi Apostolik Baru) sampai lahirnya 3 mandat baru untuk Ekklesia di Indonesia, yaitu : Ishmael Revival, Youth & Tribal Awakening, dan 4th Generation (baca: Tiga Aliran Besar Mewakili Mandat Baru Untuk Ekklesia di Indonesia) semua pesan-pesan Tuhan jelas memperlihatkan bahwa Agenda Tuhan untuk Indonesia tidak akan ditunda. Era baru Indonesia sudah digulirkan.

Konsekuensinya, Tubuh Kristus di Indonesia siap atau tidap siap harus mengambil posisi, karena berarti secara strategis “suara Indonesia” (Sound of Indonesia) sudah harus menjadi bagian dari harmoni dari suara bangsa-bangsa. Tidak ada penundaan lagi!

dan ia bersumpah demi Dia yang hidup sampai selama-lamanya, yang telah menciptakan langit dan segala isinya, dan bumi dan segala isinya, dan laut dan segala isinya, katanya: “Tidak akan ada penundaan lagi!” (Wahyu 10:6)

Menapaki Era Baru

Era baru sudah dimulai sejak 22 Mei 2019. Tabut kemuliaan Tuhan sudah ditanam di bumi Indonesia. Berkat-berkat sulung untuk Indonesia sudah dideklarasikan. Itulah sebabnya “si jahat” mencoba mengoyak Indonesia di hari itu, dengan cara-cara anarkis. Tapi Yesaya 55:11 sudah jelas, ini waktunya Indonesia, shalom bagi Indonesia.

Ada beberapa hal strategis yang perlu dicatat dalam memasuki Era Baru Indonesia. Yang pertama, dibutuhkan tingkat baru kesatuan (oneness) dari Tubuh Kristus. Untuk ini dibutuhkan restorasi, rekonsiliasi, dan penyelarasan baru. Ini waktunya, semua janji-janji Tuhan yang di-restored (dipulihkan). Karena Tuhan mengingat janji-janji itu dengan sumpah.

Bersamaan dengan itu, dibutuhkan rekonsiliasi semua pihak yang sudah terluka karena era lama. Dalam setiap peperangan selalu ada luka. Era lama selalau mengandung luka-luka, dan itu harus dibereskan. Pelayanan pendamaian (II Kor 5:18)

Tingkat kesatuan yang baru membutuhkan juga penyelarasan (alignment) baru antara pelayanan (ministry), penguraapan (annointing), dan jubah (mantle). Juga, penyelarasan baru antara panggilan pribadi, gereja lokal, komunitas, bisnis, sampai dilevel keluarga apostolik (sinode, denominasi, lembaga) sangat penting dikerjakan.

Yang kedua, Indonesia adalah negara pertama yang merdeka setelah Jepang menyerah. Ini membuat Indonesia menjadi “yang sulung”. Dan Rick Ridding dalam nubuatannya jelas memperlihatkan bahwa seperti Gajah maka Indonesia akan menjadi kekuatan utama yang membawa Filipina, Singapore, Malaysia, dan India sampai ke Timur Tengah, menuju Yerusalem Baru.

Bukan G to G (government to government), bukan B to B (business to business) tapi rekonsiliasi P to P (Prayer to Prayer) yang diwakili dari house of prayer (menara doa) yang mengerjakannya. Disini peran Indonesia House of Prayer (IHOP) dan MDK (Menara-Menara Doa Kota) di seluruh Indonesia menjadi sangat krusial.

Di Era Baru, peran Indonesia untuk menyiapkan jalan ke Israel secara profetis dan rohani (bukan politis) harus segera dikerjakan. Rekonsiliasi Indonesia-Israel ini sangat sarat muatan politis yang akhirya menghalangi proses rohani yang harus terjadi.

Baca : Nubuatan Rick Ridding WPA 2012 Menuju Penggenapan

Baca : World Generation Gathering 2019: Manifestasi 7 Tahun Nubuatan Rick Ridding

Yang Ketiga, di era baru, maka ada strategi-srategi baru dan hal ini juga dimengerti pihak kerajaan kegelapan. Maka skema-skema baru akan terus dikembangkan untuk melawan GerejaNya. Tapi meskipun demikian, peperangan ini sudah ribuan tahun, dan mereka mengerti bahwa mereka tidak mungkin menang.

Karena itu yang bisa dikerjakan hanya mengulan-ulang skenario lama yang dikemas dengan model-model kekinian. Sebab itu sangat penting untuk mengerti ancient stronghold atau kubu-kubu pertahanan lawan yang purba atau kuno.

Ada 4 kerajaan yang mengepung Israel, yaitu kerajaan Mesir, Babilonia, Persia, dan Asyur. Ke-empat kerajaan ini bisa dikatakan mewakili ancient stronghold yang menghalangi bangsa-bangsa untuk kembali ke Yerusalem.

Dari Mesir sampai ke Efrat (Asyur). Istilah itu mewakili janji Tuhan kepada Abraham.  Dan istilah itu juga terus dikumandangkan dalam nubuatan Yesaya

Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: “Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat: (Kej 15:18)

sebab itu, sesungguhnya, Tuhan akan membuat air sungai Efrat yang kuat dan besar, meluap-luap atas mereka, yaitu raja Asyur dengan segala kemuliaannya; air ini akan meluap melampaui segenap salurannya dan akan mengalir melampaui segenap tebingnya, (Yes 8:7)

Maka pada waktu itu TUHAN akan mengirik mulai dari sungai Efrat sampai sungai Mesir,dan kamu ini akan dikumpulkan satu demi satu, hai orang Israel! (Yes 27:12)

Sungai Efrat yang juga ditulis sebagai 4 sungai awal di Firdaus (Kej 2:14) melambangkan stronghold terakhir yang harus dilawan sebelum semuanya selesai. Spirit of Assyrian atau roh Asyur inilah yang akhirnya menjadi akar dari sistem Mesir, dan Babel, dan kita mengenali menjadi roh agamawi.

Pertempuran antara raja Hizkia (Israel) dan Sanherib (Asyur) memperlihatkan betapa kejinya roh asyur (II Raj 18-19, Yes 36-39). Berdasarkan reasoning yang kuat, membuat covenant dengan malaikat maut, menyerang dengan perkataan, seperti kalajengking (Wahyu 9:3,5,10), dan lebah (Yes 7:18).

David Demian dari Watchmen.org mendapatkan pesan dari Tuhan beberapa tahun yang lalu sebagai berikut:

It takes the ancient sound to defeat ancient stronghold

it takes the ancient annointing to prepare the endtimes church

Pesan ini memperlihatkan bahwa kebangkitan suku-suku (tribal awakening) menjadi kunci strategis. Sebab itu juga, generasi baru suku-suku menjadi obyek utama pertempuran akhir zaman. Youth & Tribe adalah orang-orang kunci yang akan membawa Era Baru yang gilang-gemilang.

Siap atau tidak, waktuNya sudah tiba. Era Baru untuk Indonesia Baru!

Penulis : Hanny Setiawan

Comments

https://i0.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2019/05/Screen-Shot-2019-05-29-at-14.55.00.png?fit=700%2C353&ssl=1https://i0.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2019/05/Screen-Shot-2019-05-29-at-14.55.00.png?resize=700%2C353&ssl=1Hanny SetiawanEditorialEra baru,indonesia baru,onenessBeritaMujizat.com - Editorial - Pemilu sudah selesai, Jokowi-Amin sudah ditetapkan KPU (Komisi Pemilihan Umum) sebagai lembaga resmi negara sebagai pemenang pemilu. Meskipun ada penolakan dan masih ada upaya hukum terakhir dari Prabowo-Sandi, tapi secara legal, dan di aras grass root, kemenangan Jokowi-Amin sudah menjadi keniscayaan. Secara profetis kemenangan Jokowi-Amin...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan