Dok. diambil dari laman Tempo.co, Selasa, 24 Juli 2018.

BeritaMujizat.com – Poleksosbud – Kali item yang kotor dan bau kembali menggoyang kepemimpinan Anies-Sandi sebagai orang nomor satu di Ibu kota. Media internasional bahkan turut membahas permasalahan kali item ini. Pasalnya kali item yang kotor dan bau ini letaknya berdekatan dengan wisma atlit yang akan digunakan untuk tempat tinggal para peserta Asian Games nanti. Dari hari ke hari isu ini semakin banyak dibicarakan oleh masyarakat dalam media sosial.

Banyak orang mempertanyakan mengapa pemerintah DKI dibawah kepemimpinan Anies-Sandi terlihat kesulitan mengatasi masalah yang ada di kali item ini. Padahal milyaran rupiah telah digelontorkan untuk merekrut staf ahli (TGUPP) yang jumlahnya puluhan. Selain itu pemerintah DKI juga memiliki sumber daya yang sangat melimpah, baik sumber daya manusia atau materi, yang seharusnya menjadi modal yang cukup untuk mengatasi masalah kali item ini.

Akan tetapi permasalahan kali item yang kotor dan bau tidak ada perubahan yang berarti, sejak pak Anies-Sandi memimpin DKI. Bahkan beberapa sungai yang dulunya bersih kini perlahan kembali kotor dan penuh sampah lagi. Lebih parahnya lagi, kebijakan yang dikeluarkan Anies-Sandi soal penanganan sungai justru kembali memunculkan polemik baru dalam masyarakat.

Pak Anies-Sandi memilih untuk berkilah bahwa masalah ini adalah warisan masalah yang belum selesai dari pemerintahan DKI sebelumnya. Padahal pada waktu pemerintahan Ahok, masyarakat internasional memuji keberhasilan penanganan masalah sungai. Pak Anies-Sandi juga terus berkilah dengan mengatakan bahwa masalah sungai adalah masalah yang sangat kompleks. Padahal kalau mau pak Anies-Sandi tinggal meniru program penanganan masalah sungai dari pemerintah daerah Surabaya.

Lebih sederhana lagi apabila pak Anies-Sandi bersedia melanjutkan trobosan penanganan masalah sungai yang telah dilakukan pada jaman Ahok. Namun solusi-solusi sederhana tersebut tidak dilakukan oleh pemerintahan DKI yang sekarang. Muncul banyak pertanyaan yang menanyakan  seperti apa fokus dan prioritas pembangunan yang dilakukan Anies-Sandi, jika masalah kali item saja tidak dapat ditangani dengan baik. Untuk apa dan bagaimana sebenarnya Anies-Sandi mengelola kekuasaan dan sumber daya besar yang telah dipercayakan rakyat kepada mereka.

Apa Pentingnya Isu Kali Item ini untuk Gereja Tuhan?

Pertanyaan yang tidak kalah penting dari isu kali item ini, apa pentingnya isu ini untuk Gereja Tuhan? Apa yang seharusnya dipahami dan diketahui oleh Gereja dibalik isu kali item, atau isu-isu politik lain yang muncul? Isu kali item ini menjadi penting bagi Gereja Tuhan karena isu kali item sebenarnya sedang membongkar penyakit lama yang sedang melemahkan bangsa ini. Ada juga beberapa pola atau motif sosial yang kembali muncul dalam isu kali item ini.

Apa yang terjadi di kali item menunjukan wajah lama kepemimpinan kepala daerah yang muncul dari proses politik yang tidak sehat. Para pemimpin yang muncul dari proses politik yang tidak sehat mempunyai kesulitan untuk melakukan terobosan yang aktif dan progresif terhadap pembangunan. Meskipun mereka sebenarnya orang baik dan bahkan pandai, akan tetapi proses politik yang tidak sehat sangat membebani mereka untuk mengambil kebijakan yang tepat.

Mereka sulit membuat gebrakan karena ada banyak sekali kelompok kepentingan yang harus mereka layani dan jangkau terlebih dahulu. Hal ini nampaknya  juga yang sedang membebani Anies-Sandi dalam memimpin Jakarta saat ini. Strategi politik tidak sehat asal bukan Ahok yang dipakai pak Anies-Sandi untuk memenangkan pilkada DKI kini menuai buahnya. Bukannya bekerja dengan benar dan efektif untuk kepentingan banyak orang, mereka malah terjebak politik pencitraan.

Model kepemimpinan seperti ini sudah banyak muncul terus berkembang karena Gereja kurang cerewet dan aktif dalam membangun proses politik yang sehat dan benar. Sikap diam dan masa bodo Gereja menjadi lahan subur proses politik tidak sehat. Oleh karena itu isu kali item bukan menjadi ajang untuk memusuhi Anies-Sandi secara personal. Isu kali item menjadi pelajaran Gereja agar melek soal politik dan sadar bahwa Gereja tidak dapat tinggal diam soal politik.

Meskipun Gereja tidak boleh berpolitik praktis, akan tetapi nilai-nilai kebenaran firman Tuhan dan suara kenabian Gereja dibutuhkan untuk membangun proses politik yang sehat. Dari sana akan muncul pemimpin yang benar dan dapat berkerja aktif dan mampu melakukan trobosan yang progresif atas bangsa ini.

 

Penulis : Gilrandi ADP

 

Comments

https://i0.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2018/07/anies.jpg?fit=720%2C405&ssl=1https://i0.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2018/07/anies.jpg?resize=720%2C405&ssl=1Gilrandi ADPMandat BudayaPoleksosbudGereja melek politik,Kali item,politikBeritaMujizat.com - Poleksosbud - Kali item yang kotor dan bau kembali menggoyang kepemimpinan Anies-Sandi sebagai orang nomor satu di Ibu kota. Media internasional bahkan turut membahas permasalahan kali item ini. Pasalnya kali item yang kotor dan bau ini letaknya berdekatan dengan wisma atlit yang akan digunakan untuk tempat tinggal para...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan