apabila Yang Mahakuasa menjadi timbunan emasmu, dan kekayaan perakmu,
maka sungguh-sungguh engkau akan bersenang-senang karena Yang Mahakuasa, dan akan menengadah kepada Allah (Ayub 22:25-6).

Dalam pembicaraan Elifas, sahabat Ayub, dengan Ayub seorang yang sudah kehilangan segalanya secara materi, kesehatan, emosi, dan batin tercetuslah ayat-ayat yang luar biasa di atas.
Pernyataan, apabila Yang Mahakuasa menjadi timbunan emas dan kekayaan perak memperlihatan skala prioritas tertinggi dalam kehidupan orang percaya.  Kemudian selanjutnya disebutkan tentang konsep “bersenang-senang dalam Tuhan”  Kedalaman pembicaraan yang hanya bisa dimengerti oleh seseorang yang sudah mengalami Tuhan secara intim.

Para pencari Tuhan adalah orang-orang yang terus haus dan lapar mencari “Kepuasan dalamNya”. Tidak ada satu pun dalam dunia ini yang mampu untuk memberikan alternatif kepuasan. Sebab itu pencari sejati akan terus mencari. Ketika seseorang berhenti mencari, karena mungkin dia sudah menemukannya.

Ada yang menemukan di keluarga yang bahagia, ada yang menemukan dalam simpanan di bank, ada yang menemukan dalam jabatan pekerjaan, ada yang menemukan dalam pelayanan yang berhasil.  Dimanakah kita menemukan kepuasan kita?.

Elifas menunjukkan dengan tepat kepada Ayub dan kita, Kepuasan kita harus kita temukan hanya dalam “Yang Mahakuasa”.   Mazmur Daud berisi begitu banyak pengakuan tentang pesan yang sama.

Biarlah bergirang dan bersukacita karena Engkau semua orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari pada-Mu selalu berkata: “Allah itu besar!”(Maz. 70:4).

Kegirangan, sukacita, dan semua yang terbaik ditemukan di dalam Tuhan. Paulus dalam surat-suratnya jelas mengatakan yang sama dengan Elifas maupun Daud.  Dengan jelas Paulus menyebutkan, Yesuslah pusat kepuasan hidupnya (Fil 1:21, Kol 2:3).
Empat kitab Injil memperlihatan kepada kita, Yesuslah roti hidup, air hidup, pokok anggur yang benar, satu-satunya jalan untuk kita dapat sampai kepada klimaks kepuasan dan kebahagian hidup kita.

Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. (Mat. 13:44)

Begitu besar daya tarik dari Tuhan sehingga para pencari Tuhan tidak kuat. Semua dijual, semua dibuang, semua menjadi sampah.  Hanya Yesuslah dambaan hati. (yhs).

Daily Seeking God
– 10 Tahun Perenungan Mencari Tuhan –
Daily Seeking God adalah kumpulan tulisan Hanny Setiawan selama 10 tahun.  Ditulis secara spontan ketika ada pertanyaan-pertanyaan kepada diri sendiri.  Dengan mengikuti “renungan harian” ini diharapan bisa mengerti pergumulan batin selama 2009-2019 penulis.

 

Comments

https://i1.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/03/Daily-Seeking-God.png?fit=1000%2C563&ssl=1https://i1.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/03/Daily-Seeking-God.png?resize=1000%2C563&ssl=1adminDaily Seeking Godapabila Yang Mahakuasa menjadi timbunan emasmu, dan kekayaan perakmu, maka sungguh-sungguh engkau akan bersenang-senang karena Yang Mahakuasa, dan akan menengadah kepada Allah (Ayub 22:25-6). Dalam pembicaraan Elifas, sahabat Ayub, dengan Ayub seorang yang sudah kehilangan segalanya secara materi, kesehatan, emosi, dan batin tercetuslah ayat-ayat yang luar biasa di atas. Pernyataan, apabila Yang Mahakuasa menjadi...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan