Tuhan dan agama, dua istilah yang sangat dekat, tapi juga jadi sangat jauh. Setiap orang “beragama” pasti mengakui adanya “tuhan”. Entah itu tuhan yang benar atau tidak benar, semua agama tentunya merasa itu benar.

Jadi memperdebatkan siapa yang benar, tidak akan ketemu disatu titik. Tapi heran dan anehnya, pelanggaran beragama dilakukan oleh pemeluk-pemeluk agama itu sendiri.

Jadi, masing-masing punya tuhan, dan masing-masing sering mengkhianati tuhannya sendiri. Alias tidak TAAT dengan tuhannya. Mengapa seperti itu?
Jawabannya ada di KEMAMPUAN HIDUP BENAR.

Semua orang beragama mau hidup benar tapi TIDAK MAMPU.  Sehingga ritual untuk mohon ampun dengan sedekah, korban, bahkan hidup itu ada disemua agama. Orang taat berdoa, ibadah, melakukan ritual untuk memenuhi tuntutuan agama. Tapi realitasnya tidak mampu.

Tuhan Yesus tapi berpesan supaya kehidupan keagamaan kita tetap dijaga bahkan harus lebih dari orang-orang yang beragama. Apa artinya?

Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. (Mat. 5:20).

Orang beragama menjalankan hukum agamanya dengan kemampuan sendiri, tetapi Yesus memberikan KEMAMPUAN untuk hidup benar.

I Kor. 15:55 Maut sudah dikalahkan, dan Dia sudah hidup. Dan Roh yang sama, yang membangkitkan Dia, Dialah yang sekarang memampukan kita untuk hidup benar!.

Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu. (Roma 8:11).

Yesus sendirilah, melalui Roh Kudus yang menjadi KEHIDUPAN bagi kita. Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. (I Kor. 15:45).

Jadi perlukan hidup beragama?. Sangat perlu,bahkan harus lebih! Karena sekarang ada Roh Kudus yang selalu menjadi guru, partner, dan Ibu kita untuk menjalani kehidupan MENJADI SEPERTI YESUS!. Sehingga akhirnya bisa melakukan pekerjaan-pekerjaanNya.

Daily Seeking God
– 10 Tahun Perenungan Mencari Tuhan –
Daily Seeking God adalah kumpulan tulisan Hanny Setiawan selama 10 tahun.  Ditulis secara spontan ketika ada pertanyaan-pertanyaan kepada diri sendiri.  Dengan mengikuti “renungan harian” ini diharapan bisa mengerti pergumulan batin selama 2009-2019 penulis.

 

 

 

Comments

https://i1.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/03/Daily-Seeking-God.png?fit=1000%2C563&ssl=1https://i1.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/03/Daily-Seeking-God.png?resize=1000%2C563&ssl=1adminDaily Seeking GodTuhan dan agama, dua istilah yang sangat dekat, tapi juga jadi sangat jauh. Setiap orang 'beragama' pasti mengakui adanya 'tuhan'. Entah itu tuhan yang benar atau tidak benar, semua agama tentunya merasa itu benar. Jadi memperdebatkan siapa yang benar, tidak akan ketemu disatu titik. Tapi heran dan anehnya, pelanggaran beragama...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan