kebangunan

BeritaMujizat.com – Editorial – Nubuat demi nubuat atas peran Indonesia untuk tubuh Kristus secara global di tahun-tahun lalu sudah menumpuk. Penantian yang panjang juga sudah dilakukan orang-orang sisa (the remnant) menunggu kapan Indonesia mengambil bagiannya.

2019 menjadi saat yang penting. 70 tahun Indonesia menantikan kemerdekaan mutlak bukan hanya secara legal (de yure) dari Jepang, tapi juga dari Belanda (de facto). Event World Generation Gathering 2019 (23-26 Januari 2019) yang semula hendak dijadikan acara besar, tiba-tiba “dibelokkan Tuhan” menjadi sebuah strike (pukulan) yang strategis.

Kurang lebih 550 delegasi dari 32 negara hadir menjadi perwakilan Tubuh Kristus. Rupa-rupanya jumlah ini cukup untuk secara strategis Tuhan mengambil keputusan strategis bagi Indonesia dan Tubuh Kristus secara global.

 

#1 Tudung Indonesia

Yesaya 25:7 Dan di atas gunung ini TUHAN akan mengoyakkan kain perkabungan yang diselubungkan kepada segala suku bangsa dan tudung yang ditudungkan kepada segala bangsa-bangsa.

Setiap tudung yang dibuka akan membawa kepada tujuan Ilahi (destiny) dari sebuah bangsa. Nubuatan demi nubuatan tentang kebangunan rohani dari pulau-pulau (Yes 60), ujung bumi yang menyembah (Yes 42:10), burung buas dari timur (Yes 46:11), sampai kepada Maleakhi 1:11 tentang penyambahan dari Timur sampai ke Barat memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki peran yang strategis di keluarga secara global (global family).

Sebab dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, dan di setiap tempat dibakar dan dipersembahkan korban bagi nama-Ku dan juga korban sajian yang tahir; sebab nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, firman TUHAN semesta alam. (Mal 1:11)

Di Asia, sebagai bangsa, Indonesia adalah negara yang merdeka pertama kali sejak abad ke-20 (1945), Israel (1948), China (1949), Malaysia( 1957), Singapore (1965), jadi bisa dikatakan Indonesia yang sulung di Asia.

Meskipun demikan, sejarah Indonesia terbelok-kan dengan adanya G 30S PKI yang sampai sekarang menjadi teka-teki sejarah. Sebagai bangsa Indonesia menjadi “anak yatim”. Spirit of Orphanage inilah yang membuat Indonesia selalu membeo kebudayaan luar.

Identitas asli Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika tidak terlihat. Roh kolonialisme, agamawi, hedonisme, dan sinkretisme budaya adalah tudung-tudung rohani Indonesia yang membuat api kebangunan hanya dikenali secara lokal.

Tudung rohani inilah yang diangkat Tuhan melalui deklarasi bersama dengan bangsa-bangsa (26/2/2019) sehingga sekarang dunia melihat Indonesia Baru, dan seluruh pulau, suku, kaum, dan bahasa pulang rumah menjadi 1 keluarga besar, keluarga Indonesia. Ini waktunya!

 

#2 Rekonsiliasi Indonesia-Israel

Dari 4 negara terbesar dari jumlah pendukung yaitu China, India, USA, dan Indonesia, satu-satunya yang belum mengakui Israel dan memiliki hubungan diplomatik hanyalah Indonesia. China dan India adalah dua negara terbesar yang memiliki hubungan ekonomi dengan Israel.

Pergerakan “Kembali ke Yerusalem” menempatkan Indonesia menjadi “ground zero” dimana titik nol pergerakan tersebut akan berbalik. Sebab itu dipercaya Indonesia memegang kunci Pintu Gerbang Timur.

Dan dipenghujung gerakan dari “Timur ke Barat” adalah Yesaya 19:23-25.

Pada waktu itu akan ada jalan raya dari Mesir ke Asyur, sehingga orang Asyur dapat masuk ke Mesir dan orang Mesir ke Asyur, dan Mesir akan beribadah bersama-sama Asyur.

Pada waktu itu Israel akan menjadi yang ketiga di samping Mesir dan di samping Asyur, suatu berkat di atas bumi,

yang diberkati oleh TUHAN semesta alam dengan berfirman: “Diberkatilah Mesir, umat-Ku, dan Asyur, buatan tangan-Ku, dan Israel, milik pusaka-Ku.” 

Yes 19:23-25

Jalan raya (highway) inilah yang harus dibangun dari timur ke barat. “Zionisme rohani” ini berbeda dengan zionisme politik.  Rick Ridding pemimpin dari Succat Hallel House of Prayer di Yerusalem mengatakan bahwa cinta jiwani (soulish love) akan Israel, berbeda dengan kerinduan umat Tuhan untuk kembali ke akar, Israel (Rom 11:17-18)

Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah,  janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu (Rom 11:17-18)

Indonesia sebagai cabang perlu ditopang secara rohani (bukan politis) oleh akar itu yaitu Israel. Ketika Indonesia-Israel secara profetis diselaraskan (alignment) maka ada jalan raya yang terbentuk dari Timur sampai ke Barat.

Setelah proses penyelarasan SMI (Singapore-Malaysia-Indonesia) terjadi, maka diperlukan keluarga Filipina yang akan bersama-sama membawa kebangunan rohani melalui jalur selatan, yaitu India. Ini sedang terjadi!

Baca : Nubuatan Rick Ridding WPA 2012 Menuju Penggenapan

Then I saw ELEPHANTS coming from Indonesia. They moved more slowly, but when they moved, they made a huge impact! They built bridges to the Middle East of logs (representing strength) and ropes (representing flexibility). On their way, they also picked up workers from the Philippines, Malaysia, Singapore and India. These ELEPHANTS were massive and began to step on and crush devils and enemy strongholds across the Middle East. Their trunks were like shofars. When they would blow their sound, God’s enemies began to tremble. Then the ELEPHANTS began to stomp on the ground, causing spiritual earthquakes and an opening up of the hard ground across the Middle East. As they continued their journey onto Jerusalem, the ELEPHANTS brought huge quantities of incense and spices for the worship in Jerusalem, just as in the time of the Tabernacle and Temple of the Old Testament, God commanded the priests to offer incense that was composed mostly of expensive spices from what is now Indonesia.

Kebangunan rohani yang besar tidak ditunda lagi. Waktu penggenapan sudah terjadi. Teradopsinya Indonesia dalam keluarga mesianik telah membuka Jalan Raya kebangunan yang yang bukan saja membawa jiwa-jiwa baru, tapi membawa penyembahan dan syafaat. Dari Indonesia Baru sampai kepada Yerusalem Baru.

 

#3 Suara Baru Dari Timur

Kebudaayaan barat telah mampu membawa peradaban milinieal yang menyatukan dunia terutama melalui dunia maya, pendidikan dan entertainment.  Seperti kebudayaan Roma masa Yesus dan para rasul, kebudayaan barat menjadi kebudayaan global, panggung utama dunia.

Gereja-gereja megachurch telah menjadi trend dalam beberapa dekade terakhir. Trend yang membuat dunia terpesona, ternyata kekristenan tidak mati. Bahkan di benua yang dikatakan terbelakang sepert Afrika pun, lahir gereja mega yang berjumlah jutaan jemaat.

Kebangunan rohani di Asia dan Afrika tidak bisa lagi ditutupi. Sesuatu sedang terjadi!

Tetapi Yesaya 42:10-13 menubuatkan bahwa akan ada nyanyian baru, bukan dari panggung utama, tapi dari ujung bumi, pulau-pulau, dan desa-desa kedar.

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya.

Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung!

Baiklah mereka memberi penghormatan kepada TUHAN, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau.

Yes 42:10-13

Bukan hanya kebangunan di Zoe, tapi Indonesia juga memiliki banyak cerita kebangunan yang tidak terdengar.  Apa yang terjadi dipulau Serua ditahun 1960-an adalah salah satu contoh bagaimana di pulau-pulau Tuhan bekerja dalam senyap.

Kebangunan rohani di Serua itu bangkit kembali setelah generasi ke-4 di pulau Seram di kota Waipia (baca : Kebangunan Rohani Anak sedang Terjadi di Waipia!). Inilah suara baru dari Timur, kebangunan suku-suku (Tribal Awakening).

Menggenapi Wahyu 5:9, 7:9 bahwa segala bangsa, suku, kaum, dan bahasa maka kebangunan suku-suku adalah aliran kebangunan yang akan menyatukan Tubuh Kristus. Sebuah bangsa menyatukan karena wilayah yang sama, tapi suku dan ras yang sama menyatukan destiny.

 

#4 Pintu Bangsa-Bangsa Terbuka

Berkumpulnya kembali Ismael dan Ishak adalah kunci utama kembalinya keluarga Abraham. Hanya kunci Daud yang (Yes 22:22) yang mampu membuka pintu rekonsiliasi keluarga Abraham.  Begitu pintu terbuka, maka api kebangunan akan tersebar sampai ke bangsa-bangsa.

Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: “Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis. Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab TUHAN, Allah Israel, telah mengatakannya.” (Yesaya 21:16-17)

Kunci itu diberikan kepada Ekklesia di Indonesia, tapi membutuhkan ketaatan untuk membawa, dan menyerahkan kunci itu kepada bangsa-bangsa. Di waktu bersamaan dibutuhkan ketaatan bangsa-bangsa untuk menerima kunci itu dan menggunakan kunci itu untuk membuka pintu itu.

Di Solemn Assembly 2019 World Generation Gathering (26/1/2019) yang diadakan di Plaza Timur Gelora Bung Karno, secara profetis Kunci itu sudah dibawa, diserahkan, dan digunakan untuk membuka pintu itu.

Ketaatan bersama (corporate obedience) dari semua pihak yang mendengar Roh bicara telah mampu membangkitkan ledakan Ilahi yang sangat besar. Dinamit Ilahi itu telah meledak, dan api -api kecil tapi liar (wild fires) itu sudah tersebar kemana-mana.  Generasi Api (Fire Generation) yang membawa keluarga Kerajaan (Kingdom Family) untuk menjadi satu Tubuh Kristus.

 

Penulis : Hanny Setiawan

 

 

Comments

https://i0.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2019/02/Screen-Shot-2019-02-01-at-16.25.41.png?fit=772%2C436&ssl=1https://i0.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2019/02/Screen-Shot-2019-02-01-at-16.25.41.png?resize=772%2C436&ssl=1Hanny SetiawanEditorialKebangunan,revivalBeritaMujizat.com - Editorial - Nubuat demi nubuat atas peran Indonesia untuk tubuh Kristus secara global di tahun-tahun lalu sudah menumpuk. Penantian yang panjang juga sudah dilakukan orang-orang sisa (the remnant) menunggu kapan Indonesia mengambil bagiannya. 2019 menjadi saat yang penting. 70 tahun Indonesia menantikan kemerdekaan mutlak bukan hanya secara legal...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan