Berita Mujizat.com-Pesan Mimbar- Hidup kekristenan kita tidak akan pernah bisa lepas dari sebuah pertumbuhan. Seperti halnya sebuah pohon, akan bisa bertumbuh ketika mengakar kuat dan dalam masuk ke dalam tanah. Kedalaman itu yang akan membuat bertumbuh.

Begitu juga dengan hidup kita. Ketika kita mengakar kuat maka kita akan bertumbuh dan tidak mudah tergoncangkan oleh apapun.

Jemaat mula-mula menjadi contoh bagi kita di mana seseorang dan sekelompok orang yang mengalami pertumbuhan. Dalam Kisah Para Rasul 2:46-47 jemaat mula-mula ini mengalami hidup yang di penuhi oleh Roh Kudus. Ketika jemaat mula-mula ini dipenuhi Roh Kudus, hidupnya diubahkan dan ada perubahan untuk selalu rindu berkumpul dan bersekutu bersama di bait Allah.

Kisah Para Rasul 2:46-47 (TB)  Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,
sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Kehidupan kita yang sudah di penuhi Roh Kudus itu tidak bisa bertumbuh ketika kita sendiri dan tidak melibatkan diri masuk dalam komunitas. Karena di dalam komunitas inilah setiap hidup kita di bentuk dan di didik.

Kita membutuhkan orang lain untuk bisa bertumbuh. Seperti Saulus yang bertobat menjadi Paulus. Paulus membutuhkan Ananias dan Barnabas yang menolong dia. Serta menerima dia di dalam komunitas.

Ibarat hidup kita itu seperti batu yang hidup yang di tata untuk sebuah bangunan. Batu itu tidak bisa di tata sendiri, tetapi memerlukan batu-batu yang lain untuk ditata bersama ( 1 Petrus 2:15). Hidup kita menjadi bait suci yang mengalirkan aliran air keluar.

Dari aliran air bisa mengairi dan memberi pertumbuhan. Yehezkiel 47:1-12 mengatakan bahwa ada aliran air yang keluar dari bait suci mengalir keluar dan mengairi sekitarnya.

Bagaimana kita bisa bertumbuh :

1. Tinggal Dalam Komunitas

Komunitas itu ibarat rumah untuk kita bertumbuh. Kita tidak bisa tumbuh sendiri tetapi memerlukan orang lain dalam komunitas kita yang membuat kita bertumbuh dan  membentuk hidup kita. Untuk bisa tinggal dalam komunitas kita harus bisa saling menerima satu sama lain. Kalau di gereja lokal itu berarti kita tinggal dan terlibat dalam Home Church (Gereja Rumah).

Ketika kita tinggal dalam komunitas (Home Church) otomatis hidup kita akan dipertajam satu dengan yang lain (Amsal 27:17). Orang di dalam komunitas itu yang akan mempertajam kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tinggal dalam komunitas itu kita akan mendengarkan dan melihat pengalaman hidup orang lain yang bisa membangun kita.

Di dalam kita tinggal di komunitas (Home Church), kita akan bisa membangun satu sama lain, ketika perkataan Kristus itu tinggal di hidup kita. Perkataan Firman Tuhan itu mengendap di dalam kita dan tersampaikan dalam komunitas. Sehingga membangun komunitas dan orang di dalamnya.

2. Tidak bisa lepas dari kata “Saling”

Hidup “saling” ini sangat penting supaya kita bisa bertumbuh dalam komunitas kita. Karena ketika kita “saling” maka akan ada interaksi antara dua belah pihak. Saling ini lebih mengacu kepada hal yang positif dan membangun kehidupan satu sama lain. Saling membangun, saling mensupport, saling berbagi, saling perduli dan hidup saling yang lain.

Dalam hubungan pembapaan pun perlu ada interaksi “saling” di dalamnya. Seperti Elia dan Elisa yang saling sepakat satu sama lain. Elia memiliki spirit pembapaan atas hidup Elisa dan Elisa pun mengejar hidup Elia sebelum dia terangkat (2 Raja-raja 2:1-9). Tanpa mengerti prinsip pembapaan dan memahami prinsip hidup “saling” maka kita akan bisa berjalan tertatih-tatih dan tanpa petunjuk didalamnya.

3. Mencintai Didikan dan Hajaran

Orang bertumbuh dalam komunitas (Home Church) itu ketika dia menerima didikan dan hajaran. Di dalam Tuhan, didikan dan hajaran itu baik adanya bagi kita karena membawa kita menjadi pribadi yang seturut mauNya. Didikan dan hajaran itu ada karena sesungguhnya ingin membentuk pribadi kita bukan karena yang lain.

Ketika kita mendapat didikan dan hajaran yang membedakan di dalamnya adalah respon dari kita. Apakah kita menerima dan menjadikannya menjadi sebuah hal yang merubah hati dan hidup kita.

Atau kita justru marah dan kecewa dalam komunitas karena sudah merasa mengurusi hidup kita terlalu dalam. Didikan dan hajaran itu bisa berupa teguran yang dilontarkan kepada kita untuk membangun pribadi kita.

Hidup kita ibarat segitiga. Untuk bisa berdiri tegak dan kokoh harus memiliki 2 kaki. Hidup kita memerlukan orang lain dalam komunitas (Home Church) untuk membangun hidup kita. Dan hidup kita juga sangat memerlukan Tuhan untuk menopang kita berlari dan berdiri.

Oleh sebab itu menjadi orang yang selalu rindu dalam komunitas (Home Church) yang memiliki rasa “saling” yang tinggi dan mencintai didikan demi didikan serta hajaran demi hajaran akan membawa kita menjadi pribadi yang bertumbuh.

Pesan Khotbah ini di sampaikan oleh Pdt. Benyamin Henry Setiawan, S.Miss di Bethany El Bethel Church Solo Baru.

Comments

https://i0.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/02/WhatsApp-Image-2020-02-26-at-13.01.25.jpeg?fit=600%2C340&ssl=1https://i0.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/02/WhatsApp-Image-2020-02-26-at-13.01.25.jpeg?resize=600%2C340&ssl=1yohanaPesan MimbarBerita Mujizat.com-Pesan Mimbar- Hidup kekristenan kita tidak akan pernah bisa lepas dari sebuah pertumbuhan. Seperti halnya sebuah pohon, akan bisa bertumbuh ketika mengakar kuat dan dalam masuk ke dalam tanah. Kedalaman itu yang akan membuat bertumbuh. Begitu juga dengan hidup kita. Ketika kita mengakar kuat maka kita akan bertumbuh dan...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan