Bapak Joni Hinakay (baju merah) memberikan cincin pernikahannya kepada keluarga Kingdom Family, sebagai tindakan iman menyerahkan hidupnya sepenuhnya untuk Tuhan

BeritaMujizat.com – Revival – Pemulihan sebuah bangsa, kota, atau suku selalu dimulai dari orang-orang yang mau menjadi benih yang mati dan tertanam bagi panggilan Tuhan atas bangsa, kota, dan suku tersebut.

Kesediaan orang-orang yang memberikan hidupnya pada panggilan Tuhan, menyalakan api kebangunan rohani baru yang akan mengubah keadaan suatu bangsa, kota, maupun suku.

Proses dipanggil menjadi benih yang mati dan tertanam pada panggilan Tuhan ini juga dialami oleh bapak Joni Hinakay. Pak Joni Hinakay atau yang akrap disapa pak Jon ini diproses Tuhan untuk menjadi benih yang mati dan tertanam untuk pelayanan suku-suku.

Proses menjadi benih tersebut dimulai ketika ia dan istrinya mereponi panggilan Tuhan untuk melayani suku-suku. Mereka mulai bergerak melayani masyarakat suku di Alor, NTT.

Baca Juga : Kematian yang Membawa Kehidupan

Namun ditengah perjalanan mereka melayani, istri pak Jon divonis oleh dokter mengidap tumor ganas. Setelah dirawat beberapa saat, istri pak Jon dipanggil Tuhan.

Kenyataan ini tentu menjadi hal yang sangat sulit diterima oleh pak Joni. Akan tetapi selama proses perjuangan melawan penyakit, istri pak Joni selalu menguatkan untuk terus melanjutkan pelayanan suku-suku.

Pada waktu ibadah hari minggu, pak Jon mendengar suara bahwa istrinya akan dipanggil Tuhan. Akan tetapi pak Jon menolak suara tersebut dan tidak mau percaya dengan suara tersebut.

Semakin ditolak maka suara itu semakin keras berbunyi di hati dan telinga pak Jon. Ia akhirnya berserah pada Tuhan atas segala hal yang sedang menimpa dialami keluarganya.

Sebelum meninggal, istri pak Jon menyampaikan pesan kepada pak Joni. Dia meminta pak Joni berjanji untuk memberikan cincin pernikahan mereka kepada pergerakan Tuhan. Hal dilakukan sebagai langkah iman untuk memberikan diri kepada panggilan Tuhan.

Pernyataan dari istrinya tersebut menghancurkan hati pak Joni. Pak Jon sadar pesan dari istrinya ini adalah panggilan Tuhan yang harus diresponi. Dia harus memberikan seluruh hidupnya agar jadi benih yang mati dan tertanam atas panggilan pelayanan suku.

Cincin ini kemudian diberikan kepada keluarga Kingdom Family Network pada waktu ibadah memperingati Rosh Hashanah (01/09/2019) di Gereja Bethany El-Bethel Solo Baru.

Sebelum memberikan cincin pernikahanya sebagai tindakan iman, pak Jon bersaksi tentang proses yang sedang dialami saat ini. Kesaksian pak Jon juga menghacurkan hati jemaat yang hadir pada ibadah tersebut.

Terlebih jemaat dari suku-suku dan orang-orang yang bergerak di pelayanan masyarakat suku yang turut hadir dalam ibadah tersebut. Apa yang dialami pak Jon dan keluarganya sangat menguatkan mereka.

Orang-orang suku yang mendengar kesaksian tersebut sadar bahwa ternyata ada banyak orang yang mau memberikan hidupnya untuk melayani suku mereka.

Penulis : Gilrandi Adp

Comments

https://i1.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2019/10/rosh-chodesh.jpg?fit=600%2C337&ssl=1https://i1.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2019/10/rosh-chodesh.jpg?resize=600%2C337&ssl=1Gilrandi ADPRevivalBenih,kebangunan rohaniBapak Joni Hinakay (baju merah) memberikan cincin pernikahannya kepada keluarga Kingdom Family, sebagai tindakan iman menyerahkan hidupnya sepenuhnya untuk Tuhan BeritaMujizat.com - Revival - Pemulihan sebuah bangsa, kota, atau suku selalu dimulai dari orang-orang yang mau menjadi benih yang mati dan tertanam bagi panggilan Tuhan atas bangsa, kota, dan suku...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan