Gambar diambil dari christianpost.com

BeritaMujizat.com- Berita Gereja – Pengampunan dan rekonsiliasi merupakan kekuatan yang dimiliki oleh orang Kristen. Pengampunan dan rekonsiliasi yang terjadi, terbukti membawa perubahan besar pada kehidupan manusia.

Seorang perempuan Kristen dari Rwanda menyaksikan bagaimana dia dibawa Tuhan untuk memberi pengampunan terhadap orang yang telah melukai dan membunuh anaknya waktu peristiwa genosida terjadi.

Pada waktu genosida terjadi di Rwanda sekitar tahun 25 tahun yang lalu, Alice Mukarurinda (48), seorang perempuan dari suku Tutsi mengalami penganiyaan yang sangat hebat.

Meskipun nyawanya masih bisa diselamatkan, ia harus kehilangan tangannya karena dipotong oleh orang yang terprovokasi ajakan untuk menyelapkan suku Tutsi dari Rwanda tersebut.

Ia juga harus kehilangan anaknya yang dibunuh secara keji oleh para pelaku genosida. Alice juga sempat mengalami penderitaan yang sangat hebat waktu dia berusaha menyelamatkan diri dari para pelaku genosida.

Alice sempat ditombak oleh para pelaku genosida ketika dia mencoba menyelamatkan dari. Dia sempat mengalami frustasi yang sangat hebat akibat penderitaan yang dialaminya.

Penderitaan yang dialami Alice tentu membuat dia sangat benci terhadap para pelaku genosida. Akan tetapi Tuhan Yesus mengajar Alice untuk melepas pengampunan terhadap orang-orang yang telah berbuat jahat kepadanya.

Waktu hatinya sedang diliputi kebencian dan dendam, firman Tuhan tentang kasih karunia dan karya penyelamatan Kristus selalu merema dalam hidupnya.

Akhirnya dia sadar bahwa Tuhan telah mengampuni dosanya terlebih dahulu, sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak memberi pengampunan terhadap orang yang telah berbuat jahat terhadapnya.

Selang beberapa tahun kemudian, Alice dipertemukan dengan pelaku genosida yang memotong tangannya. Orang yang memotong tangan Alice tersebut bernama Emmanuel Ndayisaba.

Emmanuel mencari dan berusaha menemui Alice setelah mendapatkan informasi bahwa dia masih hidup. Emmanuel yang akhirnya sadar bahwa perbuatannya salah, berusaha meminta maaf terhadap para korban genosida yang pernah dia sakiti.

Alice merasa bahwa pertemuan dengan orang yang telah memotong tangannya adalah waktu yang tepat untuk melepaskan pengampunan terhadap para pelaku genosida.

Alice kemudian memberi pengampunan terhadap Emmanuel, bahkan menerimanya sebagai saudara. Keduanya kemudian bersepakat untuk mengadakan rekonsiliasi.

Tak berhenti disitu saja, Alice dan Emmanuel kemudian juga mengajak teman-tamannya yang lain untuk saling rekonsiliasi dan mengkhiri permusuhan antara suku Hutu dan Tutsi.

Rekonsiliasi ini bahkan menjadi gerakan yang mengubah Rwanda kearah yang lebih baik. Gerakan rekonsiliasi ini juga menghancurkan tembok pemisah yang selama ini menghalangi masyarakat Rwanda untuk bersatu.

Kini Alice dan Emmanuel, dan masyrakat Rwanda lainya dapat hidup berdampingan dengan damai. Alice dan Emmanuel bahkan telah membiasakan untuk mengajak anak-anak mereka main bersama.

Hal ini dilakukan agar konflik dan genosida tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.

Sumber Berita : Christianpost.com

Penulis : Gilrandi ADP

Comments

https://i0.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2019/02/134803_w_700.jpg?fit=700%2C578&ssl=1https://i0.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2019/02/134803_w_700.jpg?resize=700%2C578&ssl=1Gilrandi ADPBerita Gerejagenosida,rekonsiliasiGambar diambil dari christianpost.com BeritaMujizat.com- Berita Gereja - Pengampunan dan rekonsiliasi merupakan kekuatan yang dimiliki oleh orang Kristen. Pengampunan dan rekonsiliasi yang terjadi, terbukti membawa perubahan besar pada kehidupan manusia. Seorang perempuan Kristen dari Rwanda menyaksikan bagaimana dia dibawa Tuhan untuk memberi pengampunan terhadap orang yang telah melukai dan membunuh anaknya waktu peristiwa genosida...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan