BeritaMujizat.com – Poleksosbud – Semarak perayaan hari kemerdekaan Indonesia sempat terganggu akibat isu SARA yang berujung pada aksi kemarahan warga Wanokwari, Papua.

Kemarahan sebagian besar masyarakat Papua hingga berimbas pada pembakaran salah satu gedung pemerintahan, disinyalir akibat adanya aksi sweeping asrama mahasiswa Papua yang ada di Surabaya dan Malang.

Aksi sweeping ini diduga dilakukan oleh aparat keamanan dan warga curiga setelah melihat ada tiang bendera merah putih yang patah di lingkungan asrama mahasiswa Papua.

Massa yang ikut mengepung asrama kemudian terdengar mengeluarkan kata-kata rasial terhadap para mahasiswa Papua. Hal inilah yang kemudian memicu kemarahanan masyarakat Papua.

Bahkan sempat muncul isu bahwa masyarakat Papua akan mengusir orang-orang Jawa yang ada disana. Melihat situasi tersebut masyarakat Indonesia tidak tinggal diam.

Bapak Presiden Jokowi hingga Gubernur Jawa Timur dan Walikota Malang langsung menyampaikan permintaan maaf terhadap masyarakat Papua. Masyarakat kemudian juga beramai-ramai memberikan dukungan untuk masyarakat Papua.

Gereja-Gereja dan gerakan-gerakan Kristen banyak yang langsung memberikan dukungan dan berdoa untuk Papua. Salah satu gerekan yang langsung memberikan respon dan dukungan terhadap Papua adalah gerakan Indonesia Berdoa.

Gerakan Indonesia Berdoa mengajak agar kita terus berdoa bagi kedamaian di Papua. Beberapa tokoh seperti Najwa Shihab, Menteri PUPR Basuki juga terlihat memberikan dukungan terhadap Papua.

Beliau bahkan mengunggah video yang menunjukan sedang bernyanyi “Aku Papua” dengan beberapa orang asli Papua. Video tersebut lantas viral dimedia sosial.

Banjirnya dukungan yang diberikan menunjukan Papua masih Spesial dihati masyarakat Indonesia. Banyak orang masih sangat mencintai dan menyayangi Papua.

Sebagian besar juga turut merasakan sakit hati waktu masyarakat Papua mendapat kata-kata yang rasis. Pesan positif ini menunjukan bahwa masyarakat sejatinya tidak mau terprovokasi dengan isu-isu SARA yang sedang beredar.

Hal ini tentu dapat menjadi langah awal untuk membangun rekonsiliasi bangsa. Harus dikaui benih-benih konflik sampai saat ini masih ada pada masyarakat Indonesia yang bhineka.

Isu-isu SARA masih menjadi tantangan besar yang harus terus dikikis demi terciptanya kedamaian dan persatuan di Indonesia. Masyarakat diharapkan lebih bijak agar tidak mudah terhasut oleh sentimen SARA yang sengaja dilakukan oleh sekelompok orang demi kepentingan tertentu.

Penulis : Gilrandi ADP

Comments

https://i0.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2019/08/012184800_1439459562-2015-tarian_kolosal-merauke-papua.jpg?fit=640%2C360&ssl=1https://i0.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2019/08/012184800_1439459562-2015-tarian_kolosal-merauke-papua.jpg?resize=640%2C360&ssl=1adminMandat BudayaPoleksosbudDukungan,PapuaBeritaMujizat.com - Poleksosbud - Semarak perayaan hari kemerdekaan Indonesia sempat terganggu akibat isu SARA yang berujung pada aksi kemarahan warga Wanokwari, Papua. Kemarahan sebagian besar masyarakat Papua hingga berimbas pada pembakaran salah satu gedung pemerintahan, disinyalir akibat adanya aksi sweeping asrama mahasiswa Papua yang ada di Surabaya dan Malang. Aksi...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan