BeritaMujizat.com – Pendalaman Alkitab – Pertikaian yang semakin menanas di Yerusalem, dan rentetan aksi teror yang brutal, serta upaya politisasi soal agama yang terus meramaikan media sosial, memunculkan kegelisahan yang besar tentang agama.

Salah satu penyebab pertikaian antar agama tak kunjung selesai dan terkadang sulit untuk dicari solusi adalah soal doktrin agama yang dipercaya dan diajarkan setiap hari. Doktrin yang salah tentu akan menghasilkan iman dan perbuatan yang salah pula.

Doktrin yang salah bahkan dapat merusak hati dan otak manusia, sehingga membuatnya menjadi orang gila. Orang lain yang tidak sependapat atau berbeda keyakinan dikategorikan sebagai musuh yang wajib ditumpas. Semua hal tiba-tiba menjadi legal apabila alasannya membela umat dan agama.

Otak dan hati telah dirusak oleh doktrik teologi yang salah seperti ketika satu keluarga menjadi pelaku aksi bom bunuh diri di Gereja. Mereka menjadi saksi bisu bagaimana agama dan keinginannya untuk mendekat pada Tuhan, malah menjadikan mereka monster yang sangat kejam.

Mereka bahkan merasa benar untuk mendidik dan menyiapkan anak-anaknya untuk menjadi pelaku teror dan pembunuh yang kejam pula. Mereka juga bangga menyebar kebencian dan mercuni orang lain dengan doktrin teologi yang mereka percaya.

Hal ini juga dialami oleh Paulus waktu masih menjadi seorang Saulus. Waktu masih bernama Saulus, dia merupakan pembunuh dan pemburu utama umat Kristen. Ketaatannya dalam menjalani ajaran agama malah menjadikan dia sebagai orang yang paling aktif dalam menyeret dan membunuh orang Kristen, yang dianggapnya sesat.

Akan tetapi ditengah jalan, waktu berupaya mengejar orang Kristen untuk dibunuh atau diseret dalam penjara, Saulus ditemui Roh Kudus. Dia mendapat pernyataan langsung dari Roh Kudus yang menuntun dia mengerti Tuhan dengan benar.

Perjumpaan pribadi dan pengalaman Ilahi membuka selubung yang menutup mata Saulus selama ini. Dia berubah dari pembunuh jemaat menjadi orang paling berpengaruh terhadap kemajuan Kekristenan di seluruh dunia. Roh Kudus mematahkan dan mengganti ajaran yang salah mengenai Tuhan, yang Paulus setiap hari hidupi.

Roh Kudus menyelamatkan Paulus dari doktrin teologi yang salah, yang telah merusak otak dan hatinya. Dia bahkan menjadi saksi penting bagaimana Roh Kudus bekerja secara nyata dalam setiap kehidupannya. Roh Kudus juga memberi hikmat kepada Paulus untuk mengajarkan dan bersaksi tentang kebenaran yang sampai hari ini masih dipercaya sebagai fondasi Kekristenan.

Sampai hari ini, Roh Kudus terus bekerja yang menuntun orang keluar dari doktrin dan ilah palsu yang membutakan mata mereka. Melalui penginjilan dan kesaksian yang dibawa oleh orang percaya, Roh Kudus bekerja secara supranatural menyadarkan orang-orang tentang kebenaran Tuhan yang sejati.

Ini menunjukan bahwa Kekristenan tidak cukup bila kita hanya belajar Teologi (perjanjian lama), Kristologi (perjanjian baru). Kita juga harus mulai belajar tentang Pneumatologi (kebenaran tentang Roh Kudus) dan mulai mengerti cara Roh Kudus bekerja di akhir jaman ini.

Ini bukan saatnya lagi adu otot soal Pneumatologi yang memang tidak mudah untuk dijelaskan karena masih terus bergerak secara dimanis sampai hari ini. Ini saatnya menerima janji Tuhan Yesus kepada orang percaya tentang kebenaran Roh Kudus.

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. (Kisah Para Rasul 1 : 8)”

 

Penulis : Gilrandi ADP

Comments

https://i0.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2018/05/saul-learns-about-jesus-peter-brings-tabitha-back-to-life-episode-38-2011-10-18-e1526972404431.jpg?fit=1524%2C856https://i0.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2018/05/saul-learns-about-jesus-peter-brings-tabitha-back-to-life-episode-38-2011-10-18-e1526972404431.jpg?resize=800%2C450Gilrandi ADPPendalaman AlkitabTeologidoktrin,pneumatologi,Roh KudusBeritaMujizat.com - Pendalaman Alkitab - Pertikaian yang semakin menanas di Yerusalem, dan rentetan aksi teror yang brutal, serta upaya politisasi soal agama yang terus meramaikan media sosial, memunculkan kegelisahan yang besar tentang agama. Salah satu penyebab pertikaian antar agama tak kunjung selesai dan terkadang sulit untuk dicari solusi adalah soal doktrin...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan