eagle eye 2

BeritaMujizat.com – Teologi – Tulisan kolumnis John Lathrop How The People of God Shut Down a Generation, a Lesson from Israelite History mendapatkan animo yang besar dari pembaca.  Masalah dalam realitas pelayanan sehari-hari, bagaimana pelayanan kepemudaan/generasi mendapat tantangan justru dari komunitas atau senior sendiri ternyata menjadi isu penting yang harus dipecahkan gereja. Berikut adalah terjemahan bebas dari artikel tersebut:

Aku telah membangkitkan sebagian dari anak-anakmu menjadi nabi y dan sebagian dari teruna-terunamu menjadi nazir.  Bukankah betul-betul begitu, hai orang Israel?” demikianlah firman TUHAN. 2:12 “Tetapi kamu memberi orang nazir minum anggur 4 dan memerintahkan kepada para nabi: Jangan kamu bernubuat!
(Amos 2:10-12)

Ini adalah bagian yang menarik dalam kitab suci, bahwa Tuhan melalui nabi Amos, Tuhan berkata kepada orang-orang Israel dan mengingatkan mereka tentang apa yang Tuhan telah perbuat untuk bangsanya.Di dalam ayat 10 Tuhan berkata bahwa Tuhan membawa mereka keluar dari Mesir. Bangsa Israel membutuhkan juru selamat, mereka membutuhkan kebebasan penindas, dan Allah adalah Penebus mereka.

Di dalam kitab Keluaran, Musa memberikan pada kita sebuah rincian tentang bagaimana Tuhan mengutus orang-orang-Nya (pasal 7-12). Saat-saat tersebut adalah momen yang sangat penting di dalam hidupan bangsa. Tetapi, pekerjaan Tuhan dalam diri umat-Nya tidak berakhir pada saat kitab Keluaran saja. Setelah Tuhan membebaskan orang-orang-Nya dari perbudakan Mesir, Tuhan berdiam bersama orang-orang Israel; Tuhan mengarahkan mereka selama 40 tahun di padang gurun.

Tuhan mengarahkan mereka dengan tiang awan saat siang hari dan tiang api saat malam hari (Keluaran 13:21-22). Selama waktu tersebut, Tuhan juga memberikan mereka makan, Dia menyediakan roti mana untuk dimakan sepanjang mereka berada di padang gurun (Keluaran 16:35). Tuhan tetap tinggal dan berdiam bersama umat-Nya meskipun mereka sering kali tidak bersyukur. Kitab suci mengarahkan pada kita beberapa bagian tentang keluhan-keluhan mereka dan beberapa dosa mereka (Keluaran 16:2-8; 17:1-7: 32:1-35).

Tuhan tetap berdiam bersama umat-Nya karena Tuhan ingin membawa bangsa Israel kepada sebuah warisan. Kepimpinan-Nya / petunjuk-Nya / jalan-Nya adalah sangat bertujuan dan mempunyai maksud. Tuhan membawa mereka keluar untuk membawa mereka masuk (Ulangan 6:23).

Di dalam ayat 11, Tuhan juga berkata bahwa Tuhan membangkitkan nabi-nabi dan golongan nazir di antara generasi muda mereka. Semua ditekankan sejauh ini berdasarkan dari apa yang Tuhan sudah perbuat.

Di ayat 12, mengalami perubahan penekanan. Sekarang Tuhan berbicara tentang apa yang bangsa Israel lakukan dengan mengacu pada pekerjaan-Nya yakni membangkitkan nabi-nabi dan golongan nazir diantara generasi muda mereka. Dia berkata bahwa bangsa Israel membuat golongan/kaum nazir untuk minum anggur dan memerintahkan kepada nabi-nabi untuk tidak bernubuat.

Tuhan telah memanggil dan membangkitkan secara spiritual “orang-orang yang berdedikasi dan berbakat/bertalenta dan juga komunitas yang lebih besar, tetapi komunitas orang-orang-Nya Tuhan sendirilah yang telah mematikan/menutup mereka.

Kaum nazir bersumpah/berjanji untuk kembali ke jaman Musa, itu adalah sumpah sukarela, dan kita menemukan catatan dari apa yang telah disyaratkan di (Bilangan 6). Kaum nazir tidak diperbolehkan untuk minum anggur atau minuman yang berfermentasi atau makan buah anggur atau kismis; mereka tidak diperbolehkan untuk memakan apapun dari pohon anggur.

Kaum nazir juga tidak diperbolehkan untuk memotong rambut mereka saat mereka melalukan sumpah, atau juga tidak diperbolehkan untuk mendekati mayat/tubuh mati yang walaupun yang mati.meninggal adalah keluarga mereka (Bilangan 6: 5-8). Tuhan membangkitkan umat-Nya dengan pengudusan dan pendedikasian yang special, dan orang-orang Israel telah membuat mereka meminum anggur.

Lain kata, orang-orang Israel berkompromi/membahayakan kaum nazir; orang-orang Israel menyebabkan orang-orang nazir untuk mengingkari pengudusan mereka. Tuhan juga telah membangkitkan nabi-nabi, juga penginjil yang berbicara tentang firman-Nya, pesan-Nya, dan tetapi orang-orang mengatakan pada nabi-nabi untuk tidak mengatakan firman Tuhan tersebut.

Betapa mengerikannya! Bagaimana mereka bisa, orang-orang-Nya Tuhan melakukan hal ini! Mengapa mereka melakukan hal ini? Saya berpikir bahwa ada beberapa penjelasan yang mungkin untuk mengetahui mengapa bangsa Israel memadamkan/menurunkan apa yang Tuhan telah bangkitkan.

Satu alasan mengapa bangsa Israel merusak/mengacaukan golongan nazir dan nabi-nabi adalah dikarenakan ketidakpercayaan. Di dalam tulisan disebutkan bahwa Tuhan membangkitkan orang-orang yang berdedikasi dan berbakat/bertalenta dari keturunan mereka.

Bangsa mungkin tidak menerima mereka karena mereka masih sangat muda atau karena atau karena mereka dikenal. “Kita tau darimana mereka berasal, kita tau latar belakang keluarganya, kita tahu tentang dosa-dosanya dan kekurangan mereka. Tentu saja/pasti Tuhan tidak akan memakai hidup mereka.”

Ini ada hubungannya dengan apa yang telah dikatakan Yesus dalam Perjannjian Baru. Tuhan mengatakan bahwa seorang nabi tidak dihormati kecuali di kota asalnya sendiri atau di dalam rumahnya sendiri (Matius 13: 57).

Bangsa Israel mungkin menolak/melawan kaum nazir dan nabi-nabi yang Tuhan bangkitkan karena orang-orang yang berdedikasi dan berbakat/bertalenta seperti mereka justru membuat orang lain merasa tidak nyaman.

Dedikasinya dan semangat/kegigihan dari kaun nazir atau nabi-nabi dapat sangat meyakinkan orang-orang yang diketahui tidak mengikut Tuhan sebagaimana mestinya (mereka pastinya tidak ingin mendengar dari nabi-nabi apa yang Tuhan pikirkan untuk mereka). Dalam upaya untuk meringankan rasa bersalah mereka, mereka merusak/mengacukan spiritualitas dari komitmen. Ada beberapa penjelasan mengapa bangsa Israel memperlakukan kaum nazir dan nabi-nabi seperti yang mereka lakukan sebelumnya.

Kita harus bertanya pada diri kita sendiri, apa yang kita telah lakukan, atau apa yang sekarang kita lakukan? Melakukan sesuatu hal yang sama? Bersamaan dengan Tuhan sedang membangkitkan generasi yang baru yang berdedikasi dan bertalenta secara spiritual, dan pada saat yang bersamaan pula apakah kita menciutkan hati mereka? Jangan menghilangkan ide ini terlalu cepat. Apakah kita gagal untuk percaya bahwa Tuhan dapat memakai putra atau putri-Nya atau orang muda yang lain yang berada di gereja kita?

Atau apakah kita membahayakan mereka dengan mendorong mereka untuk melanjutkan/berjalan dengan iman mereka tetapi pada saat yang bersamaan pula mendesak/memaksa mereka untuk tidk terlibat, “Jangan gila dengan ini.”

Berapa banyak rasul, nabi, penginjil, gembala, guru, dan missionaries yang akan ada di masa mendatang,tidak akan pernah menjawab panggilan Allah karena mereka tidak tidak didorong atau didukung gereja?

Di dalam abad 21, kita mempunyai alasan tambahan untuk menciutkan hati mereka, melayani Tuhan tidak terikat oleh mimpi orang Amerika. “Jangan pergi ke jalan/arah itu; anda tidak dapat membuat uang-uang memuja/melayani Sang Raja!

Mungkin Tuhan sedang ingin membantu kita untuk menyadari tentang siapa yang Dia panggil, mungkin kita dapat melakukan apapun yang dapat membantu mereka dalam menjawab panggilan dan mengikutinya dengan cara tersebut.

Sumber: Artikel ini muncul dalam bab 12 di dalam buku saya: The Power and Practice of the Church: God, Discipleship and Ministry. Artikel ini juga telah dipublikasikan di Vista Magazine dan Christian Trends Magazine.

 

Penterjemah  : Dimiar
Sumber           : How The People of God Shut Down a Generation, a Lesson from Israelite History

 

 

Comments

https://i1.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2016/09/eagle-eye-2.jpg?fit=440%2C300https://i1.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2016/09/eagle-eye-2.jpg?resize=440%2C300Dimiar AriesintaKarismatik ReformasiTeologiMentoring,Pelayanan Generasi,Pembapaan,PemudaBeritaMujizat.com - Teologi - Tulisan kolumnis John Lathrop How The People of God Shut Down a Generation, a Lesson from Israelite History mendapatkan animo yang besar dari pembaca.  Masalah dalam realitas pelayanan sehari-hari, bagaimana pelayanan kepemudaan/generasi mendapat tantangan justru dari komunitas atau senior sendiri ternyata menjadi isu penting yang harus dipecahkan gereja. Berikut...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan