istri

BeritaMujizat.com – Keluarga – Keluarga sebagai institusi kerajaan yang menjadi model Gereja yang am (Efesus 5) adalah sebuah sistem yang bagian-bagiannya adalah individu-individu yang saling terkoneksi dan terhubung. Artinya, masing-masing individu memiliku fungsi yang penting bagi individu yang lain. Gagal berfungsi salah satu individu akan mempengaruhi seluruh sistem yang ada.

Meminjam teori psikologi,  teori sistem keluarga (family system theory) mengatakan sebagai berikut:

a family is a system in which each member had a role to play and rules to respect. Members of the system are expected to respond to each other in a certain way according to their role, which is determined by relationship agreements. (Sumber)

Teori sistem keluarga dicetuskan oleh Dr. Murray Bowen dan dikembangkan untuk menjadi alat terapi konseling seorang individu dalam konteks keluarga. Artinya, masalah pribadi seseorang bisa ayah, ibu, atau anak (keluarga inti), sampai kepada kakek, nenek, sepupu, dan pembantu rumah tangga (keluarga tambahan) bisa dilacak dari pola sistem keluarga yang hidup bersama.

 

Suami-Istri, Inti Sebuah Keluarga

Inti dari sebuah keluarga adalah perjanjian kekal (covenant) antara suami dan istri. Anak adalah berkat tambahan dalam konteks keluarga. Sebab itu hubungan antara suami istri sangat menentukan budaya sebuah keluarga.

Istri-istri yang tidak berkembang karena suami yang terlalu dominan, bahkan sampai kepada kekerasan rumah tangga adalah cerita yang paling sering terdengar. Dalam budaya Jawa bahkan ada pemikiran “bojo niki konco wingking” (istri adalah teman di dapur/belakang). Artinya, fungsi istri sangat dibatasi.

Fenomena ini melahirkan gerakan feminis dan usaha-usaha untuk mengangkat derajat istri atau wanita dalam arti luar. Dan hal ini sudah semakin diterima, equality antara laki-laki dan wanita yang membawa kita kepada persamaan hak antara suami dan istri semakin bisa diterima dalam masyarakat.

Dilain pihak, suami-suami yang takut istri, bahkan sampai di-abuse oleh istri serint terluput dari pandangan kita. Sinetron TV “Suami-suami Takut Istri” menjadi sinetron yang melekat di masyarakat Indonesia membuktikan bahwa fenomena itu adalah manifestasi yang terjadi di masyarakat.

Menarik untuk dikaji adalah keluarga pertama di bumi ini yaitu keluarga Adam-Hawa. Karena Hawa mendengar bujukan ular (setan) yang pada akhirnya membawa Adam maka semua terkena hukuman (Kej 3:14-17). Hukuman itulah yang akhirnya membawa seluruh umat manusia untuk berhadapan dengan apa yang disebut dosa warisan.

Patut dicatat di ayat 17 di perikop diatas, Tuhan mengatakan, “..Karena engkau mendengarkan perkataan istrimu…maka terkutuklah tanah karena engkau..”(Kej 3:17).

Saya percaya bahwa ayat ini bukan sekedar ayat tambahan, tapi sebuah ayat untuk mengingatkan bahwa bukan dominasi istri terhadap suami adalah sama bahayanya dengan dominasi terhadap istri. sayangnya ini sering terlewat, bahkkan dijadikan candaan dan guyonan.

Contoh kasus dalam Alkitab selain keluarga Adam adalah keluarga Abraham. Kejadian 16:2 mengatakan sebagai berikut:

Berkatalah Sarai kepada Abram: “Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak.” Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai. (Kej 16:2)

Perkataan Sarah ini akhrinya membawa masalah sampai sekarang. Kedua anak Abraham Ishmael dan Ishak selalu bertikai bahkan keturunannya saling perang dan bunuh membunuh. Bukan hal remeh dan pantas jadi guyonan bukan?

Sebuah pernyataan menarik dari Psychology Today menguatkan prinsip rohani diatas:

A verbally abusive man is likely to make his wife feel afraid of harm, isolation, or deprivation. A verbally abusive woman is likely to make her husband feel like a failure as a provider, protector, lover, or parent. (sumber)

Jadi bukan hanya suami yang bisa merusak keluarga, peranan wanita tidak kalah dominan bahkan dalam 2 kasus penting dalam dua keluarga tokoh penting Adam, dan Abraham kita melihat betapa rapuhnya laki-laki.

Paulus mengatakan “Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan Jemaat” (Ef 5:25).  Artinya, kita harus terus belajar rahasia hubungan suami dan istri, timbal-balik jangan ada yang dianggap remeh. Semua ada bagiannya, tidak ada yang lebih penting, semua hidup dalam harmoni.

 

Penulis : Hanny Setiawan

 

 

Comments

https://i0.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2018/05/suami-takut-istri.jpg?fit=670%2C335https://i0.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2018/05/suami-takut-istri.jpg?resize=670%2C335Hanny SetiawanKeluargaSpiritualitasistri,sistem keluarga,suamiBeritaMujizat.com - Keluarga - Keluarga sebagai institusi kerajaan yang menjadi model Gereja yang am (Efesus 5) adalah sebuah sistem yang bagian-bagiannya adalah individu-individu yang saling terkoneksi dan terhubung. Artinya, masing-masing individu memiliku fungsi yang penting bagi individu yang lain. Gagal berfungsi salah satu individu akan mempengaruhi seluruh sistem yang...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan