Salib

BeritaMujizat.com – Renungan – Jika kita renungkan perjalanan hidup tokoh-tokoh besar yang tercatat dalam Alkitab, kita akan menemukan sebuah kesamaan yang dialami oleh para tokoh tersebut. Kesamaannya adalah mereka dipakai secara luar biasa untuk menyatakan kebesaran Tuhan yang mengubah kehidupan manusia.

Akan tetapi diwaktu yang sama, panggilan Tuhan yang para tokoh ini jalani juga menjadi seperti sebuah kutukan dalam hidup mereka. Mereka mendapat cacian, disingkirkan, bahkan dibunuh dengan kejam ketika mereka mencoba menjani panggilan Tuhan dengan taat.

Abraham dianggap gila atau tidak waras ketika dia mencoba setia dalam panggilan Tuhan untuk menjadi bapak segala bangsa. Dia sudah tua dan istrinya juga sudah tua. Tidak ada kemungkinan secara manusia untuk Abraham mempunyai seorang anak, apalagi menjadi bapak segala bangsa.

Banyak orang menertawakan Abraham pada waktu itu. Bahkan dia sendiri sempat goyah imannya dan memilih jalan yang dia tentukan sendiri untuk memenuhi panggilannya. Akan tetapi hal tersebut justru menjadi kesalahan yang membuat Tuhan tidak senang.

Akan tetapi ketika Abraham kembali pada panggilan Tuhan yang benar dan dengan setia mengerjakan panggilan tersbeut, kini semua bangsa-bangsa benar-benar menjadi keturunannya. Hal sama seperti yang dialami Abaraham juga dialami oleh Maria.

Maria diperhadapkan kutukan dari banyak orang ketika dia memilih taat dengan panggilan Tuhan untuk menjadi rahim atas kelahiran Tuhan Yesus. Hamil diluar pernikahan adalah aib besar keluarga. Bahkan tingkatannya mungkin sejajar dengan perempuan sundal.

Itu merupakan kutukan berat bagi seorang perempuan yang tidak mungkin ada wanita yang mau mengalaminya. Akan tetapi ketika Maria hanya taat dalam meresponi panggilan Tuhan, banyak terberkati dan banyak orang diselamatkan oleh Injil.

Mungkin kita saat ini sedang bergumul pada suatu panggilan yang Tuhan sedang taruh di dalam hidup kita. Kita mungkin terpanggil untuk menjadi hamba Tuhan, dokter, pengajar, politikus, pebisnis atau yang lainnya. Ada cerita besar yang Tuhan mau untuk kita kerjakan, akan tetapi disaat yang sama kita harus menghadapi banyak pergumulan karena banyak orang justru menentang keputusan yang kita ambil.

Atau panggilan kita justru mendatangkan penolakan, persekusi, bahkan ancaman terhadap keselamatan diri kita sendiri. Apakah kita akan berhenti untuk meresponi panggilan Tuhan dan memilih untuk mengabaikannya? Atau kita telah menemukan hati Tuhan dan makna Injil yang benar sehingga kita berani merespon panggilan Tuhan, sekalipun panggilan itu akan menjadi kutukan dalam hidup kita.

Inilah realita yang harus dihadapi semua orang yang terpanggil untuk menjadi seorang Kristen yang sejati. Salib Kristus menjadi sebuah lambang kehinaan dan kebodohan bagi orang yang tidak percaya. Akan tetapi bagi yang percaya Salib Kristus adalah harta yang sangat berharga lebih dari apapun.

 

Penulis : Girandi ADP

Comments

https://i2.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2018/01/14-770x425.jpg?fit=770%2C425https://i2.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2018/01/14-770x425.jpg?resize=770%2C425Gilrandi ADPRenunganSpiritualitasKristen sejati,menjadi berkat atau kutukBeritaMujizat.com - Renungan - Jika kita renungkan perjalanan hidup tokoh-tokoh besar yang tercatat dalam Alkitab, kita akan menemukan sebuah kesamaan yang dialami oleh para tokoh tersebut. Kesamaannya adalah mereka dipakai secara luar biasa untuk menyatakan kebesaran Tuhan yang mengubah kehidupan manusia. Akan tetapi diwaktu yang sama, panggilan Tuhan yang para...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan