BeritaMujizat.com – Renungan – Dunia media sosial sedang digegerkan dengan kabar meninggalnya seorang ilmuwan besar abad ini, Stephen Hawking. Kiprahnya dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mendapat banyak apresiasi dari masyarakat di seluruh dunia.

Banyak orang menganggap kecerdasan dan kepandaiannya sama seperti yang dimiliki oleh seorang Albert Einstein. Dia bahkan mendapat julukan sebagai Einstein abad ini, yang pemikiran dan hasil penelitannya menjadi rujukan ilmuan di seluruh dunia. Orang-orang begitu terkesima dengan penjelasan dan teori yang dikemukakan tentang fenomena-fenomena yang terjadi diseluruh alam semesta.

Akan tetapi perjalanan kehidupan spititual Stephen Hawking tidak berbanding lurus dengan prestasi dan kiprahnya dalam ilmu pengetahuan yang terus meningkat. Dia memilih jalan untuk menjadi atheis yang tidak percaya dengan adanya eksistensi Tuhan. Bahkan dalam perjalanan hidupnya, dia berusaha dengan keras, menggunakan seluruh kemampuannya, untuk menerangkan bahwa Tuhan itu sebenarnya tidak ada.

Dia mengeluarkan tulisan yang berjudul “The Grand Design”, yang menerangkan bahwa manusia tidak butuh Tuhan untuk mengungkap semua misteri yang ada dalam alam semesta. Dia juga menganggap bahwa Tuhan itu hanya bualan dan cerita dongeng pengantar tidur saja.

Dia tidak percaya bahwa surga dan neraka itu ada dan nyata. Dia juga tidak percaya bahwa ada kehidupan setelah kematian yang dialami seseorang. Dia beranggapan bahwa surga dan neraka hanya akal-akalan agama saja agar dipercaya dan dihidupi oleh manusia.

Pandangannya  ini sangat berpengaruh menguatnya gerakan-gerakan atheis yang kini sedang tumbuh subur di seluruh dunia. Banyak orang terutama generasi muda sangat terpengaruh dengan pandangan yang mencoba menghilangkan eksistensi Tuhan dari umat manusia ini.

Survei-survei yang ada di beberapa negara menunjukan ada peningkatan jumlah penganut atheis secara signifikan, terutama generasi muda. Mereka mencoba menghilangkan logika tentang Tuhan yang penuh misteri yang dianggap hanya menjadi pengganggu untuk bertumbuh dan berkembang dalam masyarakat.

Bagi orang Kritsten, kabar berita meninggalnya Stephen Hawking tidak hanya menyisakan kesedihan karena dunia telah kehilangan seorang ilmuwan hebat. Kita juga bersedih karena pemikiran Stephen Hawking yang dianggap hebat itu  justru melahirkan pemikir-pemikir Tuhan yang tidak logis dan payah.

Pemikiran Stephen Hawking mengubur Kekristenan dan kebenaran Injil kedalam mitos atau tahayul semata. Pemikiran Stephen Hawking ini membuat orang jadi enggan melihat kebenaran Injil dalam konteks yang lebih luas. Padahal kebenaran Injil juga mencangkup bukti-bukti ilmiah dan data-data yang dapat dilihat kebenarannya secara utuh.

Kebenaran Injil juga mempunyai bukti-bukti sejarah yang asli dan dapat dipelajari dengan ilmu pengetahuan secara logis. Mereka menolak semua data, berita, dan kebenaran soal Tuhan secara sepihak dan sangat dangkal. Mereka melabeli kebenaran Tuhan sebagai mitos yang layak untuk ditertawakan dan diacuhkan begitu saja. Ini tentu hal yang tidak logis dan jauh dari prinsip-prinsip dasar ilmu pengetahuan itu sendiri.

 

Penulis : GIlrandi ADP

Comments

https://i1.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2018/03/ad_122105955.jpg?fit=748%2C498https://i1.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2018/03/ad_122105955.jpg?resize=748%2C498Gilrandi ADPRenunganSpiritualitasPemkiran tidak logis tentang Tuhan,Stepen HawkingBeritaMujizat.com - Renungan - Dunia media sosial sedang digegerkan dengan kabar meninggalnya seorang ilmuwan besar abad ini, Stephen Hawking. Kiprahnya dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mendapat banyak apresiasi dari masyarakat di seluruh dunia. Banyak orang menganggap kecerdasan dan kepandaiannya sama seperti yang dimiliki oleh seorang Albert Einstein. Dia bahkan mendapat...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan