gambar diambil dari www.merdeka.com

BeritaMujizat.com – Poleksosbud – Akibat politisasi agama yang berkepanjangan, beberapa negara mayoritas Muslim kini harus menghadapi gelombang tsunami atheis yang muncul dari anak-anak muda.

Menurut survei yang dilakukan, ribuan anak muda Turki kini mulai mendeklarasikan diri sebagai atheis. Jumlah orang yang mendeklarasikan diri sebagai atheis kini mencapai setengah dari jumlah penduduk Turki. (sumber)

Gelombang atheis juga terjadi di Iran baru-baru ini. Ribuan orang juga dikabarkan meninggalkan kepercayaan terhadap agama, dan beralih menjadi atheis.

Banyak orang menjadi sangat skeptis terhadap agama karena belakangan ini agama dijadikan sebagai instrumen kekuasaan oleh suatu kelompok.

Dalam proses tersebut muncul pemaksaan interpretasi terhadap agama yang membuat orang akhirnya jengah dengan agama. Contohnya apabila tidak mendukung tokoh atau partai tertentu seseorang dapat dikatakan kafir atau penentang agama.

Politisasi agama kini sedang hangat-hangatnya terjadi di Indonesia. Fenomena tersebut meningkat secara drastis pada pilkada DKI hingga menjelang pemilihan Presiden, yang sebentar lagi berlangsung.

Berbagai kelompok terus berupaya melakukan menuver politik dengan kekuatan agama. Masyarakat bahkan dibuat resah dengan munculnya sekat yang dipicu oleh perbedaan keyakinan.

Orang dengan mudah mengkafirkan orang lain karena pandangan politik yang berbeda. Agama minoritas seperti agama Kristen juga sering mendapat penolakan dengan alasan penegakan suatu ajaran agama.

Jika polisasi agama terus berlangsung, apakah gelombang atheis yang terjadi di Turki dan Iran juga akan terjadi di Indoesia? nampaknya iya! bahkan gelombang tersebut sebenarnya telah mulai berlangsung di Indonesia.

Gelombang atheis yang terjadi akibat politisasi agama bahkan juga akan berimbas terhadap Gereja. Meskipun bukan Kristen yang dipolitisasi, akan tetapi kejengahan terhadap agama juga membuat orang sulit melihat perbedaan Kristen dengan agama yang lain.

Hal ini tentu menjadi tantangan serius sekaligus panggilan yang harus direponi dengan benar oleh Gereja Tuhan di Indonesia. Sekarang semakin jelas bahwa Kekristenan sedang dihimpit oleh dua gelombang ektrem kanan dan kiri yaitu humanis atheis dan radikalisme agama.

Efek dari munculnya kedua ektrem tersebut adalah jelas membuat orang semakin tidak mengerti akan kebenaran tentang Tuhan.

Inilah yang harus mendorong Gereja untuk aktif memerangi politisasi agama dan propaganda humanis atheis yang berkembang sangat drastis dengan memanfaatkan fenomena politisasi agama.

Ini adalah bentuk pertarungan spritual sekaligus pola pikir yang harus dihadapi Gereja saat ini. Mengasihi Tuhan dan mengasihi manusia (love God, love people) yang menjadi inti dari ajaran Kristen, harus terus dihidupi untuk bertahan dari gelombang radikal agama maupun humanis atheis yang sedang berkembang saat ini.

 

Penulis : Gilrandi ADP

 

Comments

https://i0.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2019/01/PA-212-Solo-Raya-2.jpg?fit=670%2C335https://i0.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2019/01/PA-212-Solo-Raya-2.jpg?resize=670%2C335Gilrandi ADPMandat BudayaPoleksosbudatheis,gelombang  BeritaMujizat.com - Poleksosbud - Akibat politisasi agama yang berkepanjangan, beberapa negara mayoritas Muslim kini harus menghadapi gelombang tsunami atheis yang muncul dari anak-anak muda. Menurut survei yang dilakukan, ribuan anak muda Turki kini mulai mendeklarasikan diri sebagai atheis. Jumlah orang yang mendeklarasikan diri sebagai atheis kini mencapai setengah dari jumlah penduduk...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan