Rocky

BeritaMujizat.com – Mandat Budaya – Indonesia tersentak mendengar seorang dosen filsafat, Rocky Gerung, mengatakan Kitab Suci itu fiksi di TV show ILC (Indonesia Lawyer Club) yang dipandu Karni Ilyas. Berdalih bahwa fiksi itu bukan fiktif, dan kata fiksi menjadi sudah berbeda makna secara politis, dan mencoba meyakinkan fakta itu bukan realitas, Gerung sedang mencoba membuat tesis filsafat yang entah darimana asalnya.

Mencoba mengurai cara berfikir dosen filfsafat sekaligus oposan politik yang kerap mengkritik Jokowi, tidak ada titik temu sama sekali bagaimana FIKSI bisa berbeda arti dari FIKTIF. KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) jelas mengatakan sebagai berikut:

fik.si
n Sas cerita rekaan (roman, novel, dan sebagainya)
n rekaan; khayalan; tidak berdasarkan kenyataan: nama Menak Moncer adalah nama tokoh –, bukan tokoh sejarah
n pernyataan yang hanya berdasarkan khayalan atau pikiran

fik.tif
a bersifat fiksi; hanya terdapat dalam khayalan: cerita “Pengantin Kali Ciliwung” ini adalah cerita — belaka; bulan ini ia terpaksa membuat laporan — kegiatan yang dikelolanya

(sumber)

Artinya, fiktif adalah kata sifat dari fiksi. Jadi tidak bisa diartikan beda. Secara leksikal (arti sebenarnya) Rocky harus mengakui bahwa mengatakan Kitab Suci adalah fiksi sama dengan mengatakan Kitab suci adalah cerita rekaan, khayalan, tidak berdasarkan kenyataan.

Dalam konteks ini, pernyataan ini jelas adalah sebuah pelecehanan terhadap semua kitab suci yang dipercaya para pemeluknya.

Kesalahan Gerung adalah memaksakan pemakaian diksi FIKSI untuk menguraikan apa yang hendak dia sebutkan. Apalagi dia menggunakan diksi NARASI, nah itu beda artinya. Dan tiba-tiba semua uraiannya menjadi adem.

Jikalau saja Gerung mengatakan Kitab Suci adalah narasi maka tidak akan ada polemik. Kitab suci (apapun) memang adalah sebuah narasi, dan masing-masing pemeluk berhak mengklaim narasi mana yang benar (fakta dan realitas) dan bukan sekedar mitos (fiksi).

Mengapa diksi fiksi dipaksakan?

Pidato Prabowo yang viral yang mengatakan 2030 akan bubar yang didasarkan buku fiksi Ghost Fleet adalah sumber ngototnya sang dosen. Jelas Rocky berusah menjustifikasi Prabowo dan “melacurkan” intelektualnya demi kepentingan politik praktis.

Ditataran ide dan filosofi memang kita bisa bebas seliar apapun untuk mencoba membuat teori, thesis, paradigma, teologi, ataupun narasi baru. Meskipun demikian, ide dan filosofi selalu hidup dalam konteks yang dengan gampang kita bisa menilai, merasa, dan menghidupinya.

Pidato Prabowolah yang bisa disebut fiktif karena berdasarkan buku fiksi. Tapi kitab suci yang adalah wahyu Ilahi tidak bisa disebut fiksi, melainkan sebuah narasi. Narasi besar (metanarasi) yang dalam iman Kristen disebutkan:

Umat manusia diciptakan (creation) dan jatuh (fall) dalam dosa, sehingga butuh diselamatkan (redemption) melalui karya salib Yesus Kristus dan disempurnakan (consummation) menjadi satu manusia baru.

Yesus Kristus (Isa Almasih) adalah tokoh sejarah, bukan fiktif.  Beda dengan Wiro Sableng (212) yang fiktif alias tidak nyata.  Tapi baik Yesus Kristus dan Wiro Sableng dua-duanya memiliki narasi yang saya yakin seorang dosen filsafat mengerti benar soal ini.

Singkat cerita, karena sudah ada laporan pidana dari kasus ini (sumber), biarlah pihak kepolisian memproses sang dosen. Sementara pelajaran yang kita bisa petik adalah jangan biarkan kebencian bercokol dalam hati kita sehingga membuat kita buta dan “gila”.

gi.la
a sakit ingatan (kurang beres ingatannya); sakit jiwa (sarafnya terganggu atau pikirannya tidak normal)
a tidak biasa; tidak sebagaimana mestinya; berbuat yang bukan-bukan (tidak masuk akal) 

Melihat semakin gilanya pihak oposan Jokowi, tidaklah heran orang-orang waras semakin menginginkan Jokowi menang 2019 dan melanjutkan kerja, kerja, kerja. Lanjutkan!

 

Penulis : Hanny Setiawan

 

Comments

https://i2.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2018/04/Screen-Shot-2018-04-11-at-9.36.33-PM.png?fit=691%2C384https://i2.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2018/04/Screen-Shot-2018-04-11-at-9.36.33-PM.png?resize=691%2C384Hanny SetiawanMandat BudayaPoleksosbudGhost Fleet,Kitab Suci adalah fiksi,Rocky GerungBeritaMujizat.com - Mandat Budaya - Indonesia tersentak mendengar seorang dosen filsafat, Rocky Gerung, mengatakan Kitab Suci itu fiksi di TV show ILC (Indonesia Lawyer Club) yang dipandu Karni Ilyas. Berdalih bahwa fiksi itu bukan fiktif, dan kata fiksi menjadi sudah berbeda makna secara politis, dan mencoba meyakinkan fakta itu...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan