BeritaMujizat.com – Poleksosbud – Sebuah video berdurasi sekitar satu menit menunjukan sisi lain dari konflik Israel Palestina yang sedang memanas. Dilangsir dari halaman Facebook Europe Israel (sumber), video tersebut memperlihatkan seorang balita sangaja dibawa dan didorong oleh seorang pria dewasa untuk menyerang tentara Israel yang sedang siaga.

Dalam video terlihat seorang pria dewasa, terus meneriaki tentara Israel untuk menembaki balita yang datang menghampiri mereka sambil membawa bendera Palestina. Pria tersebut tak henti-hentinya memprovokasi agar tentaran Israel menembak dan menyerang balita tersebut.

Akan tetapi tentara Israel justru mengulurkan tangan dan sempat mengajak anak tersebut untuk tos. Balita yang masih polos tersebut sempat kelihatan bingung. Akan tetapi pria yang membawa balita tersebut terus berusaha agar sang bocah mau melempari dan menyerang tentara Israel dengan batu.

Akhirnya anak tersebut mulai mencari batu untuk menyerang tentara Israel. Apapun alasannya seharusnya tidaklah tepat melibatkan anak yang masih sangat kecil dalam konflik seperti ini. Hukum internasional dengan tegas melarang anak untuk terlibat langsung maupun tidak langsung dalam sebuah konflik.

Anak-anak harus dilindungi dari konflik, bukan malah dimanfaatkan untuk menjadi kombatan (pejuang) atau demonstran yang berhadapan langsung kekerasan. Konvensi Hak Anak 1989 jelas melarang sebuah negara untuk melibatkan anak dibawah usia 15 tahun untuk menjadi kombatan.

Pelibatan anak untuk menjadi kombatan atau demonstran dalam perang atau konflik jelas merupakan sebuah kekejaman. Meskipun kita semua prihatin melihat  konflik yang semakin memanas dan semakin banyak menelan korban jiwa, akan tetapi pelibatan anak secara langsung dalam konflik tidak bisa dibenarkan begitu saja.

Kita seharusnya juga tidak dapat membenarkan dan mendukung upaya-upaya pencintraan konflik, yang dengan sengaja menunjukan kematian atau penderitaan dari seorang anak yang dilibatkan langsung dalam konflik. Meninggalnya anak-anak kecil yang sengaja dilibatkan dalam sebuah konflik bukanlah tindakan heroik yang harus kita elu-elukan.

Kita harus prihatin dan berduka karena anak-anak ini justru menjadi korban dari kekejaman konflik. Dengan dilibatkannya meraka dalam sebuah konflik, hak dasar mereka untuk hidup dan bertumbuh menjadi terampas.

Lebih kejamnya lagi, penderitaan dan kematian anak-anak justru menjadi kabar bagus, yang kemudian dimanfaatkan untuk menekan musuh secara kemanusiaan. Anak-anak bukannya dilindungi malah sengaja ditempatkan dalam maut.

Upaya penghentian konflik Israel Palestina harus dimulai dengan menghentikan pelibatan anak kecil untuk menjadi kombatan atau demonstran yang berhadapan langsung dengan bahaya. Anak-anak harus dilindungi dan tidak boleh dilibatkan langsung dalam konflik terbuka yang dapat mengancam keselamatan jiwa mereka.

 

Penulis : Gilrandi ADP

 

Comments

https://i1.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2018/05/Israel-Palestina.png?fit=853%2C482https://i1.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2018/05/Israel-Palestina.png?resize=853%2C482Gilrandi ADPMandat BudayaPoleksosbudanak-anak,Kejam,konflik israel palestinaBeritaMujizat.com - Poleksosbud - Sebuah video berdurasi sekitar satu menit menunjukan sisi lain dari konflik Israel Palestina yang sedang memanas. Dilangsir dari halaman Facebook Europe Israel (sumber), video tersebut memperlihatkan seorang balita sangaja dibawa dan didorong oleh seorang pria dewasa untuk menyerang tentara Israel yang sedang siaga. Dalam video terlihat seorang...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan