gereja jogja

BeritaMujizat.com – Poleksosbud – Minggu pagi kita kembali digegerkan oleh aksi seorang anak muda yang menyerang sebuah Gereja secara membabi buta. Sang pastor dan beberapa jemaat menjadi korban aksi keganasan anak muda ini.

Kronologinya, waktu ibadah sedang dimulai, tiba-tiba seorang pemuda masuk ke ruang ibadah dengan membawa pedang. Dia menebas-nebaskan pedangnnya hingga melukai seorang pastor dan beberapa jemaat yang sedang menjalankan ibadah.

Pemuda ini juga merusak patung dan beberapa peralatan yang ada di dalam Gereja. Pemuda ini akhirnya dapat dilumpuhkan oleh pihak keamanan. Saat ini pihak keamanan juga baru mendalami motif pelaku melakukan penyerangan terhadap Gereja. Apakah ada hubungannya dengan jaringan terorisme atau tidak.

Yang patut dicermati dari aksi-aksi teror yang belakangan ini muncul adalah keterlibatan anak muda sebagai palaku utamanya. Hal ini menjadi tanda bahaya yang mengancam masa depan bangsa ini. Ada jutaan anak muda yang sangat rentan untuk direkrut menjadi pelaku teror.

Pemerintah dan masyarakat tidak boleh abai dengan masuknya ajaran-ajaran sesat yang disisipkan melalui ajaran agama. Pelaku yang hari ini muncul adalah hasil proses pembelajaran panjang terhadap kebencian yang dibungkus dengan nilai-nilai agama.

Kedepan bangsa ini akan mengalami bonus demografi, dimana anak muda akan mendominasi jumlah penduduk yang ada. Jika kita semua lengah, akan semakin banyak muncul anak muda yang teracuni ajaran-ajaran sesat.

Mereka yang telah teracuni ajaran sesat, siap berubah menjadi pelaku teror yang melakukan aksinya dengan sangat kejam. Oleh karena itu perang terhadap aksi teror apapun bentuk dan motifnya tidak boleh hanya sekedar retorika.

Aksi teror bukan hanya mengancam keamanan masyarakat saja, akan tetapi juga mengancam anak-anak muda yang menjadi tulang punggung sebuah bangsa. Mengungkap motif pelaku sejelas-jelasnya wajib dilakukan untuk mengungkap jaringan-jaringan yang terkait.

Secara preventif kita semua harus terus aktif mengawasi penyebaran ajaran sesat yang dapat masuk melalui beragam cara. Aksi teror yang menyusup melalui ajaran dan nilai-nilai agama harus menjadi perhatian semua pihak.

Upaya perang terorisme juga tidak boleh lagi dianggap sebagai upaya perang terhadap agama. Semua agama harus harus berani mambuka diri agar terorisme tidak berkembang di dalamnya.

 

Penulis : Gilrandi ADP

Comments

https://i1.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2018/02/5a7fd54cd4f7c-gereja-st-lidwina-bedog-sleman-yang-menjadi-korban-serangan_663_382-1.jpg?fit=663%2C382https://i1.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2018/02/5a7fd54cd4f7c-gereja-st-lidwina-bedog-sleman-yang-menjadi-korban-serangan_663_382-1.jpg?resize=663%2C382Gilrandi ADPMandat BudayaPoleksosbudPemuda,teror mengancam generasi,Waspada aksi terorismeBeritaMujizat.com - Poleksosbud - Minggu pagi kita kembali digegerkan oleh aksi seorang anak muda yang menyerang sebuah Gereja secara membabi buta. Sang pastor dan beberapa jemaat menjadi korban aksi keganasan anak muda ini. Kronologinya, waktu ibadah sedang dimulai, tiba-tiba seorang pemuda masuk ke ruang ibadah dengan membawa pedang. Dia menebas-nebaskan pedangnnya...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan