BeritaMujizat.com – Editorial – Tiang awan dan tiang api terus berjalan, menuntun GerejaNya menuju tanah perjanjian, sampai membawa TabutNya (HadiratNya) ke gunung Sion. Sebab itu kita harus terus mencari kehendakNya, bukan hanya sebagai pribadi, tapi sebagai Gereja, Tubuh Kristus (apostolik)

Sebagai orang percaya, kita menghindari hidup dalam kehendak sendiri. Selalu melihat kedalam diri kita masing-masing untuk mengoreksi setiap dosa dan kesalahan, dan melihat kedepan apa yang Tuhan (misi) sedang kerjakan adalah dua hal yang harus terus dikerjakan.

Dari kemuliaan kepada kemuliaan (II Kor 3:18) adalah perjalanan rohani kita semua sampai pada akhirnya kita bersama denganNya dalam kemuliaanNya yang penuh.

Karena Tubuh Kristus hanya ada satu, maka kehendakNya atau rencanaNya untuk Tubuh juga hanya satu (global), dan setiap anggota tubuh membawa bagian dari rencanaNya, bukan keseluruhan (I Kor 12).

Mencari kehendakNya secara global dari waktu ke waktu menjadi langkah utama sebelum kita merencanakan, dan mengerjakan apa yang menjadi bagian kita.

Setelah mengerti rencana globalNya, maka kita menyelaraskan hidup, keluarga, pelayanan, dan pekerjaan kita berapapun harga yang harus dibayar untuk itu.

3 Tahun Penyelarasan, Apa Selanjutnya?

Dari 2015 – 2018, selama 3 tahun, Tuhan sedang mengerjakan penyelarasan global (global alignment). Penyelarasan negara-negara sumpit (chopstick nations) yang dipimpin China – Korea – Jepang telah membangkitkan sebuah aliran kebangunan rohani untuk mengaktifkan orang-orang sisa (remnant) , yang sudah disimpan Tuhan disetiap ujung-ujung bumi.

Bersamaan dengan itu, Singapore – Malaysia – Indonesia – Brunei mengalami penyelarasan untuk menyiapkan jalan bagi aliran sungai kebangunan (river of life) menuju rute selatan, India untuk kembali ke Yerusalem.

Nagaland adalah pintu gerbang menuju India. Rekonsiliasi Nagaland dan India membawa kepada persiapan kepada kebangunan India untuk tubuh Kristus, India Baru.

Setelah putaran Homecoming (Panggilan Pulang) para remnant, dari China – Singapore – Malaysia – India selesai satu putaran, dalam penentuan Tuhan, setelah 70 tahun Korea Utara dan Selatan berpisah, inilah waktunya Korea Utara dan Selatan disatukan menjadi Korea Baru.

Baca : Pyongyang Revival, Kebangunan Rohani Sulung Korea Utara

Apabila Jerman Barat dan Timur pun bisa disatukan, apa yang tidak mungkin bagi Tuhan? 1 bangsa yang baru sedang dilahirkan.

Siapakah yang telah mendengar hal yang seperti itu, siapakah yang telah melihat hal yang demikian? Masakan suatu negeri diperanakkan dalam satu hari, atau suatu bangsa dilahirkan dalam satu kali? Namun baru saja menggeliat sakit, Sion sudah melahirkan anak-anaknya. (Yes 66:8)

China mengalami masa yang sulit, darah martir adalah harga yang dibayar sehingga hari ini keluarga China dari Mainland, Hongkong, Taiwan, sampai kepada China Perantauan telah menjadi pelopor disemua bangsa.

Bahkan dari kebangunan suku-suku di Taiwan, tiba-tiba Tuhan memberikan kunci kebangunan orang-orang suku yang pada akhirnya akan membawa bangsa-bangsa kembali kepadaNya. Tribal Revival (kebangunan suku-suku) terjadi karena Tuhan sedang membangkitkan “senjata rahasiaNya” untuk masa akhir.

Martir di China, dan Orang-Orang Suku adalah dua kelompok remnant yang dipakai Tuhan sebagai kunci kebangunan rohani. Dan sekarang di Era Baru, setelah 70 tahun Israel Merdeka, Tuhan memperlihat bahwa Korea Utara menyimpan kunci misi apostolik di musim ini.

Sebuah bentuk apostolik yang baru sedang dilepaskan Tuhan (direlease). Setelah mengalami masa yang sulit, umat Tuhan di Korea Utara siap untuk bangkit dan membawa kebangunan ke Korea Selatan, dan ke bangsa-bangsa.

Setelah Korea Utara, maka komunis didunia sudah dipatahkan secara  total.  Apa yang terjadi di China dan Korea Utara adalah sebuah pembelajaran untuk menyiapkan misi apostolik baru untuk mengembalikan keluarga Abraham : Ismael dan Ishak.

Tembok Yang Runtuh, Apostolik Baru

Tembok Korea Utara dan Selatan sudah diruntuhkan, mandat yang baru untuk bangsa-bangsa sudah disebarkan, para malaikat pun sudah dan sedang sibuk dibagian masing-masing untuk menyiapkan mempelaiNya.

Semua itu hanya menjadi sebuah cerita fiksi bagi kita yang tidak percaya, tapi bagi yang percaya, sebuah excitement yang luar biasa karena Tuhan membuka rahasia gulungan kitab disurga. Rahasia yang hanya orang-orang yang memiliki tanda Darah itu bisa melihat, dan mendengar.

Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: “Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya (Wahyu 5:5)

 Tuhan telah membuka pintu (open doors) untuk memasuki Era Baru dimana mandat yang baru diberikan, sebuah misi apostolik untuk satu musim kedepan.  Biarlah GerejaNya bisa mendengar apa yang Roh Kudus katakan, dan kita semua menyelaraskan diri dalam rencana IlahiNya.

 

 

Penulis : Hanny Setiawan

 

 

Comments

https://i1.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2018/03/Screen-Shot-2018-03-25-at-6.53.19-AM.png?fit=794%2C449https://i1.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2018/03/Screen-Shot-2018-03-25-at-6.53.19-AM.png?resize=794%2C449Hanny SetiawanEditorialapostolikBeritaMujizat.com - Editorial - Tiang awan dan tiang api terus berjalan, menuntun GerejaNya menuju tanah perjanjian, sampai membawa TabutNya (HadiratNya) ke gunung Sion. Sebab itu kita harus terus mencari kehendakNya, bukan hanya sebagai pribadi, tapi sebagai Gereja, Tubuh Kristus (apostolik) Sebagai orang percaya, kita menghindari hidup dalam kehendak sendiri. Selalu...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan