BeritaMujizat.com – Berita Gereja – Sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini menunjukan, generasi milenial cenderung mengangap penginjilan adalah hal yang kurang tepat untuk dilakukan.

Peneletian ini dilakukan oleh Barna Group dari Amerika dengan melibatkan tak kurang 2000 responden dari orang Kristen dan non Kristen.

Penelitian ini dilakukan untuk menyoroti perlunya orang Kristen meningkatkan kepercayaan mereka terhadap pemberitaan Injil. Penelitian ini dimulai sejak bulan Mei 2018, dan dilakukan dengan metode wawancara koresponden secara acak.

Menurut hasil penelitian, 47 % generasi milenial Kristen mengangap bahwa membagikan iman kepada Kristus kepada orang yang mempunyai keyakinan yang lain adalah sesuatu yang kurang tepat untuk dilakukan.

Jumlah orang setuju bahwa kegiatan penginjilan tidak tepat untuk dilakukan, meningkat secara dratis dibanding generasi sebelumnya. Pada generasi X dan Y, hanya sebesar 27 % saja yang percaya bahwa penginjilan tidak tepat untuk dilakukan.

Salah satu penyebab meningkatnya keengganan generasi milenial untuk menginjil adalah isu munculnya isu tentang Kristenisasi yang dipandang negatif oleh masyarakat.

Generasi milenial juga dianggap lebih rentan terhadap isu-isu konflik sosial yang berhubungan dengan kepercayaan. Mereka lebih sensitif terhadap tensi yang muncul terhadap perbincangan seputar iman.

Banyak anak muda kemudian juga merasa sangat khawatir, pemberitaan Injil kepada orang lain yang mempunyai keyakinan yang berbeda hanya akan menimbulkan konflik.

Hal ini tentu cukup mengkhawatirkan karena penginjilan adalah bagian penting yang seharusnya tidak terpisahkan dari iman Kristen. Amanat Agung merupakan dasar dari iman Kristen, bukan sekedar perintah atau anjuran saja.

Penginjilan bukan hanya berbicara tentang bagaimana mengubah orang menjadi Kristen, melainkan untuk menunjukan gambarnya yang nyata tentang kasih Kristus.

Gereja tentu perlu berkerja keras untuk membangun iman generasi milenial agar tidak kehilangan esensi utama dari penginjilan. Gereja perlu memberikan pehaman yang benar tentang apa itu Injil dan mengapa kita harus membagikan Injil.

Kehilangan esensi utama dari Injil bukan hanya membuat generasi muda enggan untuk melakukan penginjilan, akan tetapi dapat menjadi pintu masuk dari de-kristenisasi.

Sumber : Barna Group

Penulis : Gilrandi ADP

Comments

https://i1.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2019/02/530850c126a4a.image_-1-e1549524703385.jpg?fit=615%2C361https://i1.wp.com/www.beritamujizat.com/wp-content/uploads/2019/02/530850c126a4a.image_-1-e1549524703385.jpg?resize=615%2C361Gilrandi ADPBerita GerejaGenerasi Milenial,PenginjilanBeritaMujizat.com - Berita Gereja - Sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini menunjukan, generasi milenial cenderung mengangap penginjilan adalah hal yang kurang tepat untuk dilakukan. Peneletian ini dilakukan oleh Barna Group dari Amerika dengan melibatkan tak kurang 2000 responden dari orang Kristen dan non Kristen. Penelitian ini dilakukan untuk menyoroti perlunya orang Kristen meningkatkan kepercayaan...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan